darah tinggi

Hipertensi | High Blood Pressure

Ramuan 1

3 siung bawang putih

Tumbuk halus, peras dengan air secukupnya, saring. Minum setiap hari secara teratur

Ramuan 2

2 siung bawang putih

Panggang, makan setiap pagi selama 7 hari.

Ketepeng Kecil | Cassia tora

ketepeng-kecil

ketepeng-kecil

NAMA DAERAH:
Ketepeng sapi, ketepeng cilik (Jawa), ketepeng lentik (Sunda), pepo (Timor)

URAIAN TANAMAN:
Tanaman berupa perdu kecil yang tumbuh tegak dcngan tinggi sekitar 1 m. Tumbuh liar di pinggir kota, daerah tepi sungai. semak belukar dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias. Batangnya lurus. pangkal batang bcrkayu. banyak bercabang, daerah ujung batang berambut jarang. Daun letak berseling, berupa daun majemuk menyirip ganda terdiri dari 3 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang. panjang 2-3 cm, lebar 116 – 3 cm ujung agak membulat dan pangkal daun melancip, warna hijau, permukaan bawah daun berambut halus. Bunganya banyak berwarna kuning tersusun dalam rangkaian tandan yang tumbuh pada ketiak daun. Buahnya buah polong berkulit keras berisi 20-30 biji yang bentuknya lengkung berwarna coklat kuning mengkilat. Tanaman perdu ini berasal dari Amerika tropik dan menyukai tempat terbuka atau agak teduh dapat tumbuh di dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Terasa manit pahit dan asin. agak dingin. Pengobatan radang mata. peluruh air seni. melancarkan buang air besar. Herba ini masuk meridian liver (Purifies-membersihkan) dan meridian ginjal (Supports-menguatkan)

KANDUNGAN KIMIA:
Biji segar mengandung chryzophanol, emodin. aloe-emodin. rhein.
physcion, obtusin, aurantio-obtusin, rubrobusarin, torachryson, toralactone, vit. A.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji. dikeringkan

KEGUNAAN:
Radang mata merah, luka kornea (ulcus cornea), rabun senja, glaucoma.
Tekanan darah tinggi.
3. Hepatitis, cirrhosis, ascites (Perut busung air).
4. Sulit buang air besar

PEMAKAIAN:
5-15 gram direbus. minum atau dijadikan bubuk untuk pemakaian luar.

CARA PEMAKAIAN:
Tekanan darah tinggi: 15 gram biji digongseng (goreng tanpa minyak) sampai kuning. kemudian digiling sampai terasa kesat. ditambah gula secukupnya. seduh dengan air panas atau direbus, minum sebagai pengganti teh.
Radang mata: Bubuk/serbuk ditambah teh secukupnya, tcmpelkan pada kedua pelipis (Pada kedua titik akupunktur Tay Yang / istimewa).
Cacingan pada anak: 9 gram bubuk + 1 pasang hati ayam, dilumatkan dan ditambah sedikit arak putih, diaduk menjadi lempengan, kukus, makan.

Teratai Kerdil | Gynura divaricata

teratai-kerdil

teratai-kerdil

NAMA DAERAH:
Tunjung

NAMA ASING:
Water lily.

URAIAN TANAMAN:
Jenis teratai ini tersebar di benua Asia, Amerika, daratan China, Korea, Jepang dan Indonesia. Tetarai kerdil tergolong dalam Nymphaea alba L. Tanaman air atau rawa, tumbuh liar pada genangan air yang dangkal atau dipelihara di kolam-kolam sebagai hiasan.

Daun dan bunga keluar dari akar rimpang di dasar lumpur, yang tumbuh ke atas pada permukaan air. Daun mengapung pada permukaan air, sedang bunga pada air yang dangkal akan muncul di atas permukaan air. Helaian daun bangun perisai, tepi bergerigi, bagian pangkal bercangap sempit dan dalam, warnanya hijau. Bunga mekar
selama 4 jam saja. Daun mahkota warnanya ungu.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Menurunkan panas, mengaktifkan fungsi limpa.

KANDUNGAN KIMIA:
Akar dan daun mengandung asam amino dan alkaloid.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Bunga, akar Saat bunganya sedang mekar, siap untuk dipetik lalu dijemur sampai kering, dan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Tekanan darah tinggi.
Kejang kronis pada anak.
Kecanduan alkohol.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 7-14 kuntum bunga, direbus Pemakaian luar:

CARA PEMAKAIAN:
Kejang kronis pada anak: 7-14 kuntum bunga direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, minum.

Ketapang Kecil | Cassia obtusifolia

ketapang-kecil

ketapang-kecil

Kandungan
a. rein aloe-emodina
b. rein aloe-emodina-diantron
c. rein
d. aloe emodina
e. asam krisofanat
f. dihidroksil-anthraquinone
g. tannin

Manfaat
a. menyembuhkan radang mata
b. menyembuhkan luka kornea mata
c. menyembuhkan rabun senja
d. mengatasi glucoma
e. menyembuhkan hipertensi
f. mengatasi penyakit busung
g. mengatasi penyakit hati
h. mengatasi sembelit
i. menyembuhkan cacingan

 

Boroco | Celosia argentea

boroco

boroco

Nama daerah
Bayam ekor belanda, bayam kucing, kuntha, bayam kasubiki

Tumbuhan tegak, tinggi 30-100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, pinggir selokan, tanah lapang yang telantar. Batang bulat dengan alur kasar memanjang, bercabang banyak, warna hijau atau merah.

Daun ada yang berwarna hijau dan ada yang merah, bentuk bulat telur memanjang, ujung lancip, pinggir bergerigi halus hampir rata.

Bunga berbentuk bulir panjang 3-10 cm, berwarna merah muda, ungu, biji hitam agak cerah, bunga tumbuh di ujung cabang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasa pahit, sejuk, pengobatan radang mata dan hipertensi

Bagian yang dipakai
Biji bunga dan seluruh tanaman, keringkan di bawah sinar matahari untuk disimpan

Kegunaan
Biji: infeksi mata, radang kornea mata, infeksi dalam mata, hipertensi
Bunga: muntah darah, keputihan, obat cuci mata
Seluruh tanaman: berak lendir, berak darah (disentri)

Pemakaian
Biji: 10-30 g
Bunga 30-60 gr
seluruh tumbuhan 30-60 g

Cara pemakaian
Keratitis: 15 g biji boroco direbus bersama hati ayam secukupnya. Makan.
Hipertensi: 30 g biji boroco, rebus dengan 1 gelas air hingga berkurang setengahnya. Bagi 2 untuk 2x minum.
Muntah darah: 30 g bunga boroco segar ditambah daging secukupnya, rebus menjadi sup, makan.
Bunga direbus, airnya untuk cuci mata setelah disaring dengan kertas saring.
Keputihan: 60 g bunga ditambah 60 g daging rebus, minum air dan dagingnya.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Sambiloto | Andrographis paniculata (Ness)

sambiloto

sambiloto

TANAMAN sambiloto (Andrographispaniculata (Ness) merupakan salah satu bahan obat tradisional yang telah dikenal sejak abad 18 dan banyak dijumpai hampir di seluru nusantara. Sambiloto dikenal dengan nama daerah, antara lain ki oray atau ki peura (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu terdapat flavonoid, alka keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Zat ak’ andrografolid berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik

CARA MENDAPATKAN SAMBILOTO
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama d gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumb dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT SAMBILOTO Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, kolera, diabetes, sakit, influensa dan bronchitis. Selain itu mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, malaria, kencing nanah (gonore), IB paru, skrofuloderma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi kusta, leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut, kanker, penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

RESEP
Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diporas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 -15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak ½ genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambilo, direbus, disaring, lalu diminum airnya.

Nangka | Artocarpus heterophyllus

nangka

nangka

Kandungan
a. energi
b. karbohidrat
c. protein
d. vitamin A
e. vitamin C
f. kalsium
g. zat besi
h. fosfor
i. antioksidan

Manfaat
a. mengatasi hipertensi
b. melancarkan pencernaan
c. menjadi antioksidan alami

Bawang Dayak | Eleutherine palmifolia Merr.

bawang-dayak

bawang-dayak

MERUPAKAN tanaman khas Kalimantan Tengah dan sudah digunakan secara turun temurun sebagai tanaman obat oleh masyarakat Dayak. Umbi tanaman berwarna merah menyala dengan permukaan yang sangat licin. Letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda. Tipe pertulangan daun sejajar dengan tepi daun licin dan daun berbentuk pita dan garis. Tumbuhan ini memiliki nama jenis Eleutherine palmifblia Merr. dan nama sinonim Eleutherine plicata Herb, dan Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Bawang dayak secara umum dikenal di Indonesia dengan nama bawang kapal dan bawang merah hutan pada Buletin Flora Malesiana.

Selain nama umum tumbuhan bawang dayak juga memiliki beberapa nama daerah yaitu bawang dayak (Palangkaraya, Samarinda); bawang hantu/kambe (Dayak); bawang sabrang, babawangan beureum, bawang siyem (Sunda); brambang sabrang, luluwan sapi, teki sabrang (Jawa); bawang sayup (Melayu) dan bawang lubak (Punan Lisum).

Tanaman ini memiliki adaptasi yang baik, dapat tumbuh dalam berbagai tipe iklim dan jenis tanah. Selain hal tersebut di atas tanaman ini juga dapat diperbanyak dan dipanen dalam waktu yang singkat, yakni ±3-4 bulan sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan untuk skala industri

CARA MENDAPATKAN BAWANG DAYAK
Perbanyakan dengan umbi. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.200 m di atas permukaan laut. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi, daun.

KHASIAT BAWANG DAYAK
Tanaman bawang dayak mengandung zat fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin. Tanaman ini digunakan masyarakat lokal sebagai obat untuk penyakit kanker payudara, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan pencegah stroke. Khasiat secara tradisional lain: air rebusannya sebagai diuretikum, pencahar, peluruh muntah, sakit kuning dan sakit kelamin. Umbi jika dicampur dengan adas pulasari digunakan untuk mencret darah. Air rebusan Daun bawang dayak dapat digunakan untuk wanita yang sedang nifas. Sebagai obat kanker digunakan umbi yang dikeringkan dan Iangsung dikunyah. Bawang dayak dan jahe merah, berkhasiat untuk meningkatkan stamina/vitalitas, memperkuat daya tahan sperma. Mengobati sakit pinggang, melancarkan air seni serta mengatasi bronchitis dan batuk.

RESEP
Pembuatan simplisia: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, dikeringkan dengan oven pada suhu 500°C selama 8 jam, dan didinginkan, lalu dikemas.

Pembuatan bubuk: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50°C selama 8 jam, didinginkan, dihaluskan dengan blender, diayak, dan dikemas.

Pembuatan instan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris, ditambah air 1 : 2 b/v (1 kg bawang dayak ditambah dengan 2 1 air), diblender, disaring dengan kain blacu, dimasak sampai mendidih sambil diaduk-aduk, ditambahkan gula 1: 1 b/b (1 kg bawang dayak, ditambah 1 kg gula pasir), aduk terus sampai membentuk kristal (butir-butir halus), dinginkan, jika ukuran butiran besar, haluskan dengan blender dan dikemas.

Pembuatan manisan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikukus selama 5 menit, masukkan dalam larutan gula yang telah dibuat (gula ditambah air, perbandingan 1 : 1 dimasak sampai kental sambil diaduk-aduk), dimasak sambil diaduk-aduk sampai kering, yang ditandai dengan adanya kristal gula.

Mahkota Dewa | Phaleriae Fructus

mahkota-dewa

mahkota-dewa

MAHKOTA DEWA atau phaleria papuatta atau Phaleriae Fructus adalah tanaman yang pulasi asalnya dari Papua.Tanaman ini memiliki ciri-ciri: tinggi 1-2,5 m, batang bulat dengan permukaan yang kasar, memiliki getah dan cabang yang simpodial (batang ang berbentuk tunggal dan pertumbuhan bagian ujungnya tidak terbatas). Daun mahkota dewa berwarna hijau tua dengan tangkai yang pendek dan berbentuk jorong dengan ujung yang runcing. Ukurannya sekitar 10 cm. Daun mengandung alkaloid, antihistamin, polifenol dan saponin. Buah mahkota dewa berbentuk bulat agak kecil dengan diameter sekitar 4 cm, berwarna hijau ketika belum masak dan menjadi merah ftetika sudah masak. Kulit buah mengandung saponon, alkaloid, tanin dan flavonoid. Daging buahnya berwarna putih dengan biji berwarna cokelat. Buah mahkota dewa mengandung zat kimia antara lain alkaloid, terpenoid, saponin, dan senyawa resin.

KHASIAT MAHKOTA DEWA
Khasiat buah atau tanaman mahkota dewa bagi kesehatan adalah untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti menghilangkan rasa gatal, pencegah kanker, darah tinggi, diabetes, lever dan jantung. Bagian dari mahkota dewa yang bermanfaat untuk mengobati adalah daun, buah dan kulit buahnya. Senyawa flavonoid yang terdapat pada mahkota dewa memiliki efek imunostimulan dan imunosupresan (obat yang diberikan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh).

RESEP
Darah tinggi: Daging buah mahkota dewa kering ; 5-6 iris, daun sambiloto kering; 10 g, daun pegagan kering ; 15 g. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meminum setengah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Lever: Daging buah mahkota dewa kering ; 15 g, daun sambiloto ; 7 lembar, daun dewa : 7 lembar, umbi daun dewa ; 15 g, rimpang temu putih 15 gram. Cara pengolahan, semua dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan lima gelas air. Angkat hingga rebusan tinggal 3 gelas. Saring sebelum di minum. Disarankan diminun sehari.

Diabetes melitus: Mahkota dewa kering ; 5 – 7 iris, daun sambiloto kering; 7 lembar, daiembar, daun sendok; 7 lembar. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meiah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Buni | Antidesma bunius

buni

buni

BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng.) adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai (ranti). Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan. Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa. Nama-nama lainnya ialah Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa), bignai (Filipina). Nama Lokal ialah Barune, huni, h. gedeh, h. wera (Sunda), wuni (Jawa); Burneh (Madura), buni, katakuti, kutikata (Maluku); Bune tedong (Makasar); U ye cah (China). Sifat kimia dan farmakologis yaitu rasa asam, peluruh keringat, hilangkan racun, hilangkan haus dan meningkatkan sirkulasi darah.

Pohon buah, tinggi 15-30 m. Daun tunggal, bertangkai pendek, bentuknya. bulat telur sungsang sampai lanset, panjang 9-25 cm, tepi rata agak bergelombang, ujung meruncing, pangkal tumpul. Daun muda warnanya hijau muda, setelah tua menjadi hijau tua. Buni berumah dua, bunga dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, biia masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala. Daun muda rasanya sedikit asam, dapat disayur atau dimakan mentah sebagai lalab. Buah muda dirujak dengan buah lain, sedang yang masak dapat dimakan langsung, diekstrak dengan brandi, dibuat selai atau sirop. Daunnya oteh pembuat jamu disebut mojar, biasa dipakai untuk campuran ramuan jamu kesehatan. Daun, ranting dan buah adalah bagian yang digunakan. Kulit batang rasanya sepat, mengandung sedikit alkaloida yang beracun. Daun mengandung friedelin.

CARA MENDAPAT BUNI
Perbanyakan dengan biji atau okulasi. Pohon ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia, di Jawa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.400 m dpl. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalina hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah

KHASIAT BUNI
Kurang darah, darah kotor, tekanan darah tinggi, jantung berdebar, batuk, gangguan pencernaan, sifilis dan kencing nanah.

RESEP
Untuk diminum: 3-5 buah masak atau 15-30 daun, rebus.
Pemakaian luar: Daun dicuci bersih lalu digiling halus, bubuhkan pada luka sifilis atau bisul pada anak-anak.

Wortel | Daucus carota

wortel

wortel

Kandungan:
a. air
b. protein
c. karbohidrat
d. lemak
e. serat
f. abu
g. gula alamiah
h. pektin
i. glutanion
j. mineral
k. asparagine

Manfaat
a. mencegah rabun senja
b. mencegah penuaan dini
c. menghaluskan kulit
d. menyembuhkan hipertensi
e. menyembuhkan demam pada anak
f. menyembuhkan luka bakar
g. mengatasi nyeri haid
h. menyembuhkan sembelit
i. menyembuhkan batuk

Jagung | Zea mays

jagung

jagung

Kandungan:
a. fosfor
b. magnesium
c. mangan
d. seng
e. besi
f. tembaga
g. mineral
h. selenium
i. karbohidrat
j. serat
k. vitamin B
l. Thiamin
m. Niacin
n. Air

Manfaat
a. sebagai sumber energi yang cukup efektif
b. perlindungan terhadap penyakit kronis
c. pengendalian diabetes
d. pencegahan penyakit jantung
e. menurunkan hipertensi
f. pencegahan cacat saraf pada bayi saat lahir

Cokelat | Theobroma cacao L.

cokelat

cokelat

Kandungan
a. flavonoid
b. epicatechin
c. antioksidan
d. vitamin C
e. vitamin D
f. vitamin E
g. magnesium
h. besi
i. kromium
j. seng

Manfaat
a. mengurangi kolesterol buruk
b. menurunkan risiko terkena penyakit jantung
c. mengurangi risiko timbulnya kanker, stroke, dan darah tinggi
d. mengendalikan tekanan darah
e. membersihkan kulit

Ramuan tradisional

Mengurangi Kolesterol Buruk
200 g cokelat yang sudah dikemas dalam bentuk batangan seberat
air matang
1 sdm madu murni

Cara membuat:
Blender semua bahan dan minum setiap malam menjelang tidur. Lakukan sekurang-kurangnya 1 minggu.

Mengurangi Risiko Jantung
200 g cokelat batangan

Konsumsi setiap pagi setelah bangun tidur, sebelum makan bahan makanan lainnya.

Membersihkan Kulit
cokelat batangan secukupnya
susu krim secukupnya
air mawar secukupnya

Cairkan cokelat, tambah dengan susu krim, air mawar, dan campur merata. Setelah itu gunakan sebagai bahan lulur. Saat melulur, sebaiknya seluruh badan dipijat. Setelah itu diamkan 15 menit dan siram dengan air hangat. Setelah itu baru siram dengan air dingin. Lakukan sebulan sekali dan kulit akan terlihat bersih cemerlang.

Mencegah Berbagai Penyakit
cokelat secukupnya

Konsumsi cokelat setiap hari. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui takaran yang pas dan sesuai dengan kondisi kesehatan kita masing-masing.

Buah Naga | Hylocereus polyrhizus

buah-naga

buah-naga

BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) adalah sejenis buah yang tumbuh dari sejenis tanaman kaktus dari marga hylocereus dan selenicereus. Buah naga berasal dari daerah Amerika Tengah, Amerika Selatan dan meksiko kemudian menyebar ke penjuru dunia salah satunya adalah Indonesia. Buah naga banyak di budidayakan di Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, Taiwan alaysia Israel, Australia, Okinawa dan Cina. Buah naga dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki iklim tropis, sub tropis bahkan iklim kering serta mampu hidup pada cuaca yang agak panas. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40°C.

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar serabut tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh bunga. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh tengah malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.

Buah naga memiliki kadar antioksidan yang tinggi Buah naga memiliki rasa sedikit manis, tetapi buah ini memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi, Vitamin B1 dan Vitamin B2 makan. Buah naga juga mengandung berbagai mineral penting seperti potasium, serat, protein, ferum, sodium, fosfor dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu memiliki karoten.

CARA MENDAPATKAN BUAH NAGA
Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah.

KHASIAT BUAH NAGA
Buah naga dapat menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah, mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan, menetralkan racun, menangkal kanker serta mengikat logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu buah naga juga mampu memperkuat tulang serta gigi, mengatasi tekanan darah tinggi, menyembuhkan penyakit batuk dan asma, mencegah pendarahan dan kanker usus.

RESEP
Buahnya dapat dijus dan diminun langsung secara rutin.

Belimbing Wuluh | Averrhoa bilimbi

belimbing-wuluh

belimbing-wuluh

BELIMBING wuluh memiliki nama latin, yaitu Averrhoa bilimbi L. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lokal diantaranya limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi). Belimbing wuluh memiliki tinggi pohon 5- 10 m, batangnya tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, berwarna hijau kotor, daunnya majemuk, menyirip, anak daun 25-45 helai, bulat telur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar l-3 cm, bertangkai pendek, pertualangan menyirip, hijau muda, hijau. Bunganya majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batangdancabang, menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ± 6 cm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu. Buahnya Buni, bulat, panjang 406 cm, hijau kekuningan. Bijinya segitiga, ketika muda berwarna hijau, tetapi setelah tua kuningan kehijauan. Akarnya tunggang, berwarna cokelat kehitaman.

Ekstrak buah belimbing wuluh. mengandung flavonoida dan triterpene saponin. Daun, buah, dan batangnya mengandung saponin, tannin, flavonoid, sedangkan batangnya mengandung alkalosida dan polifenol. Susunan kimia yang terkandung dalam belimbing wuluh yaitu asam amino, asam sitrat, senyawa glukosida, fenolat, ion kalium, gula, serta vitamin dan mineral, juga terdiri dari serat, abu, dan air.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Belimbing wuluh dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, bunga dan buah

KHASIAT BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untui obat antihipertensi. Taman in ini juga memiliki potensi dapat menurunkan glukosa darah. Secara farmakologi telah  terbukti bahwa rebusan daun belimbing wuluh dengan pemberian secara oral pada dosis 500 mg/kg tidak memberikan efek hipotermia tetapi memberikan efek antiptik dan in dapat mengurangi efek inflamasi.

Ekstrak khloroform belimbing wuluh sangat efektif membunuh pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, bacillus cereus dan corney bacterium diphteria karena mengandung senyawa flavonoid tipe luteoin dan apigenin.

Selain itu daun belimbing wuluh secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut, encok, demam gondok, buahnya untuk gejala darah tinggi, sariawan obat batuk, mengobati sakit perut, gondongan (parotitis), gusi berdarah, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, kelumpuhan, memperbaiki sistem pencernaan, dan radang rektum.

RESEP
Pegel linu
Sebanyak 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkih, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Gondongan
Sebanyak 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Batuk pada anak
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk
Sebanyak 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan
Sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik
Sebanyak 100 g daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke bagian yang sakit.

Sebanyak 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkih, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan
Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai uncuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
Sebanyak ⅔ genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum,
sehari 3 kali ¾ gelas.

Tiga buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, ¾ sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat
Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

Sebanyak 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok teh bubuk belerang, digiling halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi
Tiga buah belimbing wuluh dicuci, lalu dipotong potong

Brotowali | Tinospora crispa

brotowali

brotowali

HERBA brotowali (Tinospora crispa) telah lama digunakan sebagai tumbuhan obat oleh warga Asean karena dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit dalam maupun luar. Secara taksonomi, brotowali diklasifikasikan ke dalam divisi Magnoliophyta, kelas Magtia, ordo Ranuttculales.culales, family Menispermaceae, genus Tinospora, dan spesies Tinosptpa. Brotowali dikenallikenal juga dengan nama Antawali, bratawali, putrawali, daun gauci^ (jAndnw^lldawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China). Brotowali merupakan tumbuhan merambat dengan panjang mencapai 2,5 m atau lebih, biasa tumbuh liar dihutan,ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar dan biasanya ditanam sebagai tumbuhan obat. Batang sebesar jari kelingking, berbintil- bintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai dan berbentuk seperti jantung atau agak membundar, berujung lancip dengan panjang 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunga kecil, berwarna hijau muda atau putih kehijauan. Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara dan India. Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis.

Brotowali mengandung zat pahit tinokriposid, damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, harsa, kolumbin, kaokulin atau pikrotoksin, dan beberapa alkaloid seperti aporfin, beberin, dan palmatin. Senyawa yang paling penting yang terdapat pada batang brotowali diduga merupakan senyawa tinokrisposid yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria, antiinflamasi, dan antidiabetes. Bagian yang digunakan untuk obat adalah batang.

CARA MENDAPATKAN BROTOWALI
Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah yaitu dengan stek batang.

KHASIAT BROTOWALI
Batang herba brotowali secara tradisional digunakan sebagai obat antidiabetes, tekanan darah tinggi, antimalaria, dan penambah nafsu makan. Brotowali dapat memberikan efek farmakologis, yaitu analgesik (obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran), antipiretik (obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi), antiinflamasi (anti peradangan), antikoagulan (zat yang mencegah penggumpalan darah), tonikum (penambah stamina ketika lemah dan pemulih setelah sakit), antiperiodikum (obat pengatur haid), stomatik (penambah nafsu makan) dan diuretik (peluruh air seni). Selain itu dapat mengobati rematik, arthritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, mencuci koreng, kudis, dan luka-luka.

RESEP
Rematik:
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3x½ gelas.

Demam kuning (icteric):
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x ¾ gelas.

Demam:
2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x½ gelas.

Kencing manis atau diabetes mellitus:
⅓ genggam daun sambiloto, ⅓ genggam daun kumis kucing, ¾ jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

Kudis (scabies):
3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2x.

Luka:
Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

Lidah Mertua | Sanseviera trifasciata

lidah-mertua

lidah-mertua

SANSEVIERIA atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahava matahari. Lidah mertua memiliki daun keras dan tebal, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Lidah mertua dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, oleh karena itu ada yang menyebut sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan. Perawatan tanaman ini murah dan selalu mengeluarkan zat O, tanpa menghasilkan zat CO, sehingga cocok di taruh di dalam ruangan. Warna daun lidah mertua beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan dan ada juga yang zig-zag.

Lidah mertua menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Bisa digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang digunakan juga untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan. Dibanding tumbuhan lain, lidah mertua memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene sehingga sangat efektif untuk mengurangi pencemaran udara dan menyerap timbal, selain itu bisa juga untuk menyerap radiasi dari komputer, tv dan hp. Tanaman lidah mertua rasanya masam, mengtndung alkaloid, flavonoid, saponin, giikosida, terpenoid, tannin, protein and karbohidrat.

CARA MENDAPATKAN
Perbanyakan tanaman ini dengan cara vegetatif. Potongan anakan atau stek ditanam di dalam pot yang telah disiapkan. Media tanam yang disiapkan merupakan campuran tanah, kompos, dan pasir untuk dasar pot. Perbandingan tanah dan kompos adalah 1:1.

Untuk memelihara tanaman penyerap polutan ini, lidah mertua cukup disiram sehari sekali pada saat matahari terik, jika turun hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Lidah mertua sangat membutuhkan intensitas matahari yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT TANAMAN LIDAH MERTUA
Tanaman ini memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati demam, gatal- £atal, diabetes, wasir, influenza, batuk, radang saluran pernapasan, hingga kanker *anas. Sedangkan sebagai obat Iuar banyak digunakan untuk pengobatan keseleo, luka erpukul, gigitan ular berbisa, borok, bisul, atau sebagai penyubur rambut dan juga -lemiliki khasiat sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit.

RESEP
Gatal-gatal
Ambil lendir dari tanaman Lidah Mertua. Lendir bisa diperoleh dengan cara menghancurkan beberapa daun. Lendir kemudian dipaparkan kepada bagian gatal- gatal dalam beberapa menit, awal pemakaian akan terasa panas.

Gula dan darah tinggi
Ambil dua lembar daun, cuci, lalu potong-potong dan rebus dengan dua gelas air. Hasil rebusan diminum tiga kali dalam sehari. Agar gula darah tidak naik, bisa mengkonsumsi air rebusan tiap hari.

Untuk pemakaian luar
Daunnya setelah dicuci bersih kemudian digiling atau ditumbuk halus, dan kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Kesemek | Diospyros kaki

kesemek

kesemek

Kandungan
a. lycopene
b. betakaroten
c. polifenol
d. karbohidrat
e. fruktosa
f. glucosa
g. protein
h. vitamin A
i. vitamin B1
j. vitamin C
k. Kalium
l. serat
m. tannin

Manfaat
a. mengatasi hipertensi
b. melindungi diri dari penyakit jantung
c. mengatasi diare pada anak
d. mengatasi batuk berdahak
e. mengatasi perut panas

Mentimun | Cucumis sativus

mentimun

mentimun

Kandungan
a. vitamin A
b. vitamin B
c. vitamin C
d. vitamin E
e. flavonoid
f. polifenol
g. serat
h. antioksidan

Manfaat
a. mengatasi mata lelah
b. menurunkan hipertensi
c. mengatasi sariawan
d. mencegah keriput pada kulit
e. menyegarkan wajah

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by