cara menyembuhkan sariawan

Cermai | Phyllanthus acidus

cermai

cermai

Kandungan
a. vitamin C
b. saponin
c. flavonoida
d. tannin
e. polifenol

Manfaat
a. sebagai pencahar alami
b. mengatasi sariawan
c. peluruh dahak pada batuk membandel
d. mengatasi mual dan muntah
e. mencegah kanker
f. mengatasi sembelit dan membersihkan pencernaan
g. mengatasi anemia
h. melangsingkan badan

Senggani | Melastoma candidum

senggani

senggani

TANAMAN Senggani (Melastoma candidum D. Don) memiliki sinonim nama Latin M. sqjtemnervium Lour. = M.ajfitie D. Don. = M. malabathricum Auct. non. Linn. = M. polyanthum Bl. Tanaman ini termasuk dalam famili Melastomataccae. Nama lokal Senggani yaitu Harendong (Sunda); Kluruk, Senggani (Jawa); Senduduk (Sumatera); Kemanden (Madura); Yeh mu tan (China); Singapore Rhododendron (Inggris). Tanaman Senggani merupakan tanaman perdu, tegak, tinggi tanaman bisa mencapai 0,5 -4 m, memiliki banyak bercabang, bersisik dan berambut. Tanaman ini memiliki daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan bersilang, helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 tulang daun yang melengkung dengan panjang 2-20 cm dan lebar 0,75 – 8,5 cm, berwarna hijau. Perbungaan majemuk keluar di ujung cabang berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18, mahkota 5, warnanya ungu kemerahan. Buah masak akan merekah dan berbagi dalam beberapa bagian, warnanya ungu tua kemerahan. Biji kecil-kecil, berwarna cokelat. Buah Senggani dapat dimakan, sedangkan daun muda bisa dimakan sebagai lalap atau disayur. Daun Senggani memiliki rasa yang pahit, mengandung senyawa golongan saponin, flavonoida, dan tanin.

CARA MENDAPATKAN SENGGANI
Senggani tumbuh liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau di daerah obyek wisata sebagai tanaman hias. Tanaman ini bisa ditemukan sampai ketinggian 1.650 m dpi. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji dan stek batang. Perawatannya cukup mudah yaitu dengan penyiraman yang teratur, menjaga kelembaban ta dan pemberian pupuk kandang atau urea. lanaman ini juga tersebar di Cina Selatan, Taiwan, Jepang, dan Filipina.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, akar, bu.ih dan biji

KHASIAT SENGGANI
Secara tradisional, tanaman Senggani berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan makanan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, keputihan (leukorea), sariawan, darah haid berlebihan, perdarahan rahim diluar waktu haid, mimisan, berak darah (melena), wasir berdarah, radang dinding, pembuluh darah disertai pembekuan darah di dalam salurannya (tromboangitis), air susu ibu (ASI) tidak lancar, keracunan singkong, mabuk minuman keras, busung air dan bisul. Di Taiwan, tanamaan ini digunakan jntuk menghilangkan stasis, membersihkan serum dari racun, cedera traumatik dan disentri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Senggani memiliki potensi sebagai penurun tekanan darah melalui penurunan simpatik dan menyebabkan pelebaran diameter pembuluh darah langsung dengan senyawa bioaktif utama yaitu kastalagin, prosianidin B-2 dan helichrisosida.

Ekstrak aseton dan ekstrak etanol Senggani memiliki aktivitas antibakteri yang cukup kuat, baik terhadap bakteri gram negatif maupun bakteri gram positif. Ekstrak aseton Senggani tersebut memiliki stabilitas yang baik terhadap panas dan rentang pH yang luas sehingga berpotensi sebagai pengawet makanan alami. Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak Senggani memiliki potensi sebagai penurun tekanan.

RESEP
Keputihan
Daun senggani segar sebanyak 2 genggam ditambah jahe dan bangle masing-masing seukuran ibu jari dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Masukkan 3 gelas air dan 1 sendok makan cuka, kemudian direbus sampai airnya tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Jika tidak ada jahe & bangle, dapat juga diganti dengan 3 kuncup bunga cempaka dan 3 buah biji pinang yang tua.

Disentri basiler
Daun senggani dan aseman (Polygonum chinense), masing-masing bahan dalam bentuk segar sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus.

Sariawan, Diare
Daun senggani muda sebanyak 2 Iembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun tersebut kemudian dikunyah dengan sedikit garam, lalu airnya ditelan.

Diare
Daun senggani muda sebanyak 1 genggam, 5 g kulit buah manggis dan 3 lembar daun sembung, semua bahan dalam bentuk segar, setelah dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa menjadi 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore.

Bisul
Daun senggani segar sebanyak 50 g direbus. Air rebusannya diminum, ampasnya dilumatkan dan dibubuhkan pada bisul, lalu dibalut.

Menetralkan racun
Singkong akar atau daun senggani sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sekaligus.

Perdarahan rahim
Biji senggani sebanyak 15 g disangrai sampai hitam lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Asam Jawa | Tamarindus indicus

asam-jawa

asam-jawa

ASAM JAWA dengan nama latin Tamarindus indica merupakan pohon besar dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter batang dapat mencapai 2 m. Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan, kasar dan sering pecah dengan alur vertical. Tajuknya rindang dan berdaun lebat, melebar dan membulat. Daun asam jawa mejenuk menyirip genap dengan panjang 5-13 cm yang terletak bersiling. Daun penumpunya seperti pita meruncing berwarna merah jambu keputihan. Anak daun melonjong menyempit, 8-16 pasang dengan tepi rata dan pangkalnya miring membundar serta ujung membundar hingga sedikit berlekuk. Bunga asam jawa tersusun dalam tandan renggang pada ketiak daun atau di ujung ranting dengan panjang mencapai 16 cm. Bunganya berbentuk kupu- kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota sebanyak 5. Bunganya berbau harum dengan mahkota berwarna kuning keputihan dengan urat berwarna merah cokelat. Buahnya polong yang menggelembung dengan bentuk hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji hingga 10 biji. Di antara dua biji terdapat penyempitan kulit buah. Kulit buahnya keras berwarna cokelat atau kelabu yang bersisik dengan urat yang mengeras dan liat seperti benang. Daging buahnya berwarna putih kehijauan saat muda dan berwarna merah kecokelatan sampai kehitaman saat masak. Rasa daging buah yang asam manis ini menyebabkan tanaman ini bernama asam. Biji dalam buah berwarna cokelat kehitaman mengkilap dan keras dengan bentuk agak persegi.

CARA MENDAPATKAN ASAM JAWA
Asam jawa dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian hingga 1.000 m dpl pada tanah berpasir atau liat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di seluruh daerah Indonesia dengan musim kering yang jelas dan cukup panjang. Perbanyakan tanaman dapat dengan cara stek batang, biji, anakan, cangkok, dan okulasi (menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain). Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah dan biji

KHASIAT ASAM JAWA
Biji asam jawa dilaporkan mampu menurunkan kadar gula darah sehingga baik untuk menjaga dan mengobati penderita diabetes. Biji asam jawa juga dilaporkan mailiki aktivitas antioksidan yang baik karena banyak mengandung senyawa golongan fenol.
Biji asam jawa juga memiliki efek anti bisa ular, memperbaiki kerja sel kulit. Selongsong biji asam jawa dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang baik karena mengandung banyak senyawa polipenol dan juga memiliki efek antiperadangan. Buah asam jawa mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol bila dikonsumsi serta memiliki efek pelangsing. Daun, buah dan biji yang tidak dipanggang dari asam jawa mampu menjaga fungsi hati dari kerusakan oleh obat seperti parasetamol.

RESEP
Daging buah asam jawa digunakan untuk aneka bahan masakan dan bumbu seperti bumbu sayur asam atau campuran rujak. Asam ini pun digunakan untuk menghilangkan bau amis ikan. Produk minuman juga banyak menggunakan asam ini seperti produk kunyit asam.

Buah asam jawa dijemur dalam tempat tertutup hingga keluar cairan cokelat kehitaman. Cairan ini digunakan untuk mengobati sariawan.

Biji asam jawa ditumbuk lalu dicampurkan dengan air dan direbus. Air rebusan ini diminum untuk mengobati diabetes.

Kulit batang asam jawa dicampur dengan air digunakan untuk kumur-kumur pada orang yang menderita sariawan.

Kulit batang asam jawa ditumbuk lalu dibalurkan pada luka, borok, bisul atau ruam^ untuk mengobati luka luar.

Daun muda asam jawa direbus lalu diminum untuk mengobati batuk dan demam.

Ketapang | Cassia alata

ketapang

ketapang

Kandungan:
a. sifat pedas
b. sifat hangat
c. insecticidal
d. rein aloe-emodina
e. rein aloe-emodina-diantron
f. rein
g. Aloe emodina
h. asam krisofanat
i. dihidrosimetil-anthraquinone

Manfaat
a. menghilangkan gatal-gatal
b. menyembuhkan cacingan
c. sebagai obat pencahar alami
d. menyembuhkan kelainan kulit akibat parasit
e. mengatasi sariawan
f. mengatasi sembelit

Kedondong | Lannea grandis

kedondong

kedondong

Kandungan
a. saponin
b. flavonoida
c. tanin

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi diare

Tempuh Wiyang | Emilia sonchifolia

tempuh-wiyang

tempuh-wiyang

NAMA DAERAH:
Melayu: Patah kemudi. sayor muka manis, Jawa: Jonge. jomoang (Sunda); Kemon delan, dalgiu, tempuh wiyang, centongan, tespong, serubung gelang, minyawon, ketiu, jawi-rawa (Jawa), sarap, sunciilan, (Madura); tegil kiyuh (Bali); Sulawesi: linrapa, halmah (Makasar). Maluku: Kaho mahiri (Halmahera) gafu saru (Ternate) delo-delo (Tidore).

URAIAN TANAMAN:
Terna semusim, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 10-40 cm dan dapat mencapai 1,2 m. Tumbuh liar di tepi jalan, tepi selokan, tebing, kebun, padang rumput. mulai dari dataran rendah sampai sekitar 1.750 m. di atas permukaan laut. Ditemukan di tempat-tempat yang cukup menerima sinar matahari atau agak keteduhan dengan tanah yang tidak begitu basah. Sering mulai dari bagian bawab bercabang, batangnya bulat dan padat berwarna hijau. Daun tunggal berbentuk segitiga memanjang, tersebar. bagian atas berwarna hijau, bagian bawah agak merah keunguan, sering terkumpul rapat pada pangkalnya. Tepi daun kadang-kadang rata, bergerigi tidak teratur, atau berbagi menyirip yang sangat dalam sehingga menyerupai daun majemuk, dengan panjang 2-15 cm. lebar 1,5-4 cm. Letak daun dibagian atas duduk dan agak kecil. yang lebih rendah dan dekat pangkal mempunyai tangkai serta agak lebar. Bunga dalam jumlah kecil berkumpul dalam karangan bunga berbentuk malai rata di ujung tangkai dan jarang, bertangkai cukup panjang 5-8 cm dan selalu bercabang dua. warnanya ungu kemerah-merahan, ros atau putih (jarang). Buah keras bentuk garis, warnanya cokelat panjang lebih kurang 4 mm. Daunnya sering disayur atau dilalab. rasanya seperti rempah-rempah dengan rasa sedikit pahit.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, sejuk. Membersihkan panas, menghilangkan racun (antitoxic), menghilangkan pembengkakan (anti-swelling), antibiotik.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman, termasuk akar.

KEGUNAAN:
Dysentri, diare, buang air besar berdarah (melena), abses usus.
Influenza, demam, infeksi saluran napas atas, sakit tenggorok.
Radang paru (Pneumonitis).
Infeksi kelamin dan saluran kencing (Genito-urinary tract infection), radang buah zakar (Orchitis).
Radang/pembengkakan payudara {Mastitis), radang telinga.
Infeksi luka, bisul, eczema, memar, sariawan.

PEMAKAIAN:
Pemakaian dalam/minum: 15-24 gr (30-60 gr segar) digodok.
Pemakaian luar Digodok, airnya untuk cuci, atau dilumatkan dan flibUbuhkan ketempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
Mastitis: Segenggam daun dan batang segar dilumatkan bersama gula merah secukupnya, dipanasi, lalu tempelkan ketempat yang sakit.

Radang telinga/kotoran telinga mengeras: Daun segar secukupnya dibersihkan, diseduh dengan air panas sampai lemas, kemudian ditumbuk dan diperas, airnya dipakai untuk meneteskan telinga yang sakit. 3-4 kali sehari, @ 2 tetes.

Cantengan (paronychia): Daun dan batang segar ditambah sedikit gula pasir dilumatkan. dibubuhkan ketempat yang sakit.

Bisul: Segenggam daun segar dilumatkan dengan gula merah secukupnya, bubuhkan pada bisul. Sehari diganti dua kail

Sakit tenggorok: 90 gr herba segar digodok, diminum perlahan-lahan.

Demam: Daun dilumatkan sampai menjadi bubur, ditambah sedikit gula jawa, diikatkan pada tempat-tempat dimana pembuluh nadi besar teraba di permukaan seperti di pergelangan tangan, ketiak dan lipat paha, dapat mengurangi rasa panas.

Sariawan: Seduhan daunnya dipakai untuk minum.

Sebagai sayuran atau dilalab. karena sifatnya menyejukkan dapat di0akai untuk penyakit wasir, sakit lever/hati, sariawan, penurun demam.

CATATAN: Tidak dianjurkan pada wanita hamil

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by