cara memperlancar ASI

Cara Memperbanyak ASI

Ramuan 1

Bahan:
1 genggam daun katuk
1 genggam daun pegagan
2 jari rimpang temu lawak
2 jari rimpang kunyit

Khasiat:
Daun katuk yang mengandung zat saponin, flavonida, dan tanin diketahui dapat membantu memperlancar keluarnya ASI, apalagi ditambah dengan temu lawak dan kunyit yang inengaridung minyak atsiri, membantu produksi ASI. Pegagan berkhasiat menambah nafsu makan dan ini berakibar bertambahnya produksi ASI.

Cara membuat:
Kupas kulit temu lawak dan kunyit lalu cuci bersih semua bahan. Tumbuk semua bahan Sambil diberi air matang sedikit-sedikit, kira- kira 1 gelas. Aduk, saring. Saat hendak diminum, berikan madu atau guia aren dan sedikit air perasan jeruk nipis. Minum ramuan ini 1x sehari.

Ramuan 2

Bahan:
1-2 umbi bidara upas

Khasiat:
Getah dari bidara upas mengandung oxydase, baik untuk peradangan dan menghilangkan pembengkakan.

Cara membuat:
Kupas bidara upas, lalu parut dan peras airnya. Oleskan airnya ke payudara 1x sehari.

Ramuan 3 (Param Uyup)

Bahan:
2 jari rimpang kencur
3 jari rimpang kunyit
1 jari kayu manis jangan
seujung sendok teh ketumbar
seujung sendok teh mungsi
seujung sendok teh adas

Khasiat:
Minyak atsiri yang terkandung pada bahan-hahan seperti adas; mungsi, kencur, kunyit, dan ketumbar berkhasiat merangsang produksi ASI.

Cara membuat:
Kupas kencur dan kunyit lalu cuci bersih. Setelah itu semua bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Saring dan beri gula aren serta air asam jawa. Minum ramuan ini 1x sehari, pada sore hari.

Ramuan 4 (Param ASI)

Bahan:
6 helai daun lembayung/daun kacang panjang

Khasiat:
Daun lembayung/kacang panjang yang mengandung protein, kalsium yang tinggi, fosfor, besi, magnesium, belerang, dan vitamin B,, B, dan C diketahui berkhasiat juga untuk melancarkan keluarnya ASI dan antikuman.

Cara membuat:
Cuci bersih semua bahan lalu tumbuk hingga halus. Peras dan saring. Air tersebut lalu dioleskan ke payudara ibu yang baru.

Jamu untuk Melancarkan ASI

Bahan:
4 g daun katuk
100 g daging buah semangka
100 g papaya
10 g (1 ruas jari) temulawak

Cara membuat:

  • Bersihkan semua bahan dan potong kecil-kecil.
  • Rendam dengan 100 ml air mendidih, temulawak selama 15 menit. Saring dan ambil airnya.
  • Masukkan semua bahan yang sudah dipotong ke dalam blender. Proses.
  • Tempatkan dalam gelas dan siap disajikan.

Pohon Merah | Euphorbia pulcherrima

pohon-merah

pohon-merah

Nama daerah
Sumatra: denok, puring benggala; Jawa: kastuba, ki geulis (Sunda), godong racun, wit racun, racunan (Jawa), racun, kedapa (Bali)

Nama asing
Christmas flower, eastern flower, lobster flower, poinsettia

Uraian tanaman
Tanaman hias yang asalnya dari Mexico ini dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl, tetapi untuk mendapatkan warna daun yang cerah lebih cocok bila ditanam pada ketinggian sekitar 600 dpl.

Perdu tegak, tinggi 1,5-4 m, berkayu, bercabang, bergetah seperti susu. Daun tunggal, bertangkai, letak tersebar, bentuknya bulat telur sampai elips memanjang, yang terbesar kerapkali dengan 2-4 lekukan, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-15 cm, lebar 2,5-6 cm, bagian bawah berambut halus, tangkai daun muda warnanya merah, setelah tua hijau. Bunga majemuk berbentuk cawan, dalam susunan yang khas disebut cyathium, keluar di ujung percabangan. Tiap cyathium berhadapan dengan daun pelindung yang besar, bentuk lanset, warnanya merah dan 1 kelenjar besar, pada sisi perut warnanya kuning oranye. Tangkai sari merah oranye. Buahnya buah kotak, panjang 1,5 cm, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji bulat, cokelat.

Sekarang banyak varietasnya yang berasal dari Eropa, dan merupakan hasil pemuliaan. Tanaman lebih pendek, daun lebih lebar dengan warna daun pelindung bermacam-macam, seperti merah, putih, atau merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Pahit, sepat, sejuk, sedikit beracun. Perangsang muntah, melancarkan pengeluaran air susu ibu (galaktagog).

Kandungan kimia
Daun: alkaloid, saponin, lemak, amylodextrin
Batang: saponin, sulfur, lemak, amylodextrin, asam format, kanji

Bagian yang dipakai
Daun, bunga, atau seluruh tanaman

Kegunaan
Infeksi kulit, erysipelas
Melancarkan haid
ASI sedikit
Tulang patah
Bengkak karena terpukul
Luka luar

Pemakaian
Untuk minum: 10-15 g direbus
Pemakaian luar: secukupnya ditumbuk, ditempelkan ke bagian yang sakit

Cara pemakaian
Radang kulit, erysipelas: Daun secukupnya, dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
Melancarkan ASI: 10 g bunga dicuci lalu direbus, minum.

Som Jawa | Talinum puniculatum

som-jawa

som-jawa

SOM JAWA (Talinum paniculatum/acq Gaertn) memiliki nama lain, yaitu ginseng jawa (Melayu) dan nama Lokal gelang porslen. Tanaman ini bisa mencapai 60 cm, berbatang tegak dan Sebagian rebah ke samping, bercabang warna kecokelatan. Daun tunggal, bentuk bulat bundar sedikit oval, tepi rata, bagian pangkal tumpul, warna hijau cerah, licin. Bunga majemuk berwarna merah keunguan. Buah bulat kecil berwarna merah kecokelatan, bijinya sangat kecil, bulat berwarna hitam, bila beterbangan akan tumbuh menjadi tanaman baru. Akarnya berdaging tebal, biasa digunakan sebagai pengganti kolesom. Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 5-1.250 m dpl dan merupakan terna tahunan, tegak, tinggi 30-60 cm, batang bercabang di bagian bawah dan pangkalnya mengeras. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada tanaman som jawa dan telah dikctahui adalah tanin, saponin dan flavonoida.

CARA MENDAPATKAN SOM JAWA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yangcukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 5-1.250 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DiGUNAKAN
Akar, daun

KHASIAT SOW JAWA
Akar berkhasiat mengatasi kondisi badan lemah, banyak berkeringat, pusing, lemah syahwat, batuk, TB paru, paru-paru lemah, nyeri lambung, diare, ngompol (enuresis), datang haid tidak teratur, keputihan, dan air susu ibu (ASI) sedikit. Daun berkhasiat untuk melancarkan pengeluaran ASI, bisul, dan kurang nafsu makan.

RESEP
Lemah syahwat
Akar som jawa sebanyak 50 g diiris tipis-tipis. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas: Tambahkan sedikit brem, minum selagi hangat.

ASI sedikit, kurang nafsu makan
Daun som jawa segar secukupnya ditumis, lalu dimakan sebagai sayuran.

Bisul
Daun som jawa segar dicuci. Tambahkan gula merah secukupnya lalu digiling halus. Tempelkan pada bisul, lalu dibalut.

Catatan
Akar segar sebelum dipakai untuk pengobatan atau dikeringkan untuk penyimpanan, harus dikukus (diuapkan) terlebih dahulu. Pemakaian akar segar secara langsung bisa menyebabkan diare.

Akar, daun. Akar setelah dicuci lalu dikukus, baru dikeringkan untuk penyimpanan. Akar som jawa yang telah dikeringkan sebanyak 30 – 60 g direbus, minum. Untuk pemakaian luar, daun som jawa segar dicuci lalu dipipis. Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Blustru | Luffa aegyptica

blustru

blustru

Nama daerah
Sumatra: Blustru, hurung jawa, ketola, timpul; Jawa: Blustru, lopang, oyong, bestru, blestru; Maluku: Dodahala, petalo panjang, p. cina

Uraian tanaman
Terna semusim, banyak ditanam orang di ladang, pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai laut. Batangnya bisa mencapai 2-10 m, memanjat, dengan sulur-sulur pembelit yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, tulang daun menojol di bawah, panjang 8-25 cm, lebar 15-25 cm, panjang tangkai daun 4-9 cm, letaknya berseling.

Warna daun permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam 1 pohon, mahkota bunga berwarna kuning.

Buah tergantung atau terletak di atas tanah, bentuknya silindris, bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, bila sudah tua berwarna cokelat. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, hitam. Buah muda dapat disayur, daun muda dibuat gulai atau botok.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Buah: manis, sejuk, masuk meridian hati, lambung, dan ginjal. Membersihkan panas dan racun, peluruh dahak
Biji: pahit, dingin, beracun, peluruh kemih, menghilangkan panas
Daun: membersihkan darah
Bunga: manis, sedikit pahit, dingin
Sabut: manis, netral, melancarkan sirkulasi peredaran darah dan saraf, menghilangkan panas dan dahak
Akar: manis, netral, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bengkak
Batang: pahit, dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa, ginjal. Melancarkan peredaran darah, mematikan cacing

Kandungan kimia
Buah: saponin, luffein, citrulline, cucurbitacin
Getah: saponin, lendir, lemak, protein, xylan, vitamin C, B
Biji: minyak lemak, squalene, alpha-spinasterol, cucurbitacin B, protein
Daun: saponin
Bunga: glutamine, aspartic acid, arginine, lysine, alamine
Sabut: xylan, cellulose, galaktosa, manitosa
Batang: saponin

Bagian yang dipakai
Buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, akar

Kegunaan
Buah: demam, haus, batuk sesak, perdarahan, keputihan, air kemih berdarah, ASI tidak lancar, bisul
Biji: muka dan tangan kaki bengkak (edema), batu saluran kemih, wasir
Daun: bisul, kurap, digigit ular, luka bakar
Kulit buah: luka, bisul, abses rektum
Bunga: batuk panas, tenggorokan sakit, bisul, wasir, sinusitis
Sabut: sakit dada, sakit perut, sakit pinggang, batuk berdahak, tidak datang haid, produksi ASI sedikit, bisul, wasir. Arang dari sabut dapat menghentikan perdarahan, air kemih berdarah, perdarahan pada wanita.
Akar: migrain, sakit pinggang, payudara bengkak, tenggorokan sakit
Batang: rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, edema
Tangkai buah: cacar air pada anak-anak

Pemakaian
Buah:
untuk minum: 10-15 g (segar 100-150 g), digodok atau dibakar menjadi bubuk
Pemakaian: dilumatkan lalu diperas airnya untuk dioleskan atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Biji:
untuk minum: 5-10 g digodok atau disangrai lalu digiling dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digiling menjadi bubuk dan dibubuhi
Daun:
untuk minum: 50-150 g daun segar digodok atau digiling dan diperas airnya, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok dan airnya untuk cuci, atau dilumatkan, atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Kulit buah:
Pemakaian luar: dipanggang sampai kering, lalu digiling menjadi bubuk dan diaduk rata dengan arak, untuk dioleskan ke tempat yang sakit
Bunga:
untuk minum: 10-15 g digodok
Pemakaian luar: dilumatkan dan dibubuhi ke tempat yang sakit
Sabut:
untuk minum: 10-15 g digodok atau dipanggang lalu digiling menjadi bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Akar:
untuk minum 5-15 g (segar 50-150 g) digodok atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok airnya untuk cuci tempat yang sakit
Batang:
untuk minum: 50-100 g digodok, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi pada tempat yang sakit

Cara pemakaian:
Tidak teratur datang haid. Daging buah blustru sebesar 4 jari dicuci bersih lalu diparut, diremas dengan ½ cangkir air masak dan sedikit garam, diperas dan disaring, minum sehari 3x.
Sakit pinggang: bijinya disangrai sampai hangus, lalu digiling sampai halus dan dicampur dengan arak, minum. Ampasnya dibubuhi ke tempat yang sakit.
Perdarahan pada wanita: daun disangrai hingga hitam, lalu digiling menjadi bubuk, setiap kali, 20 g diseduh dengan arak, minum.
Sesak napas: 5 lembar daun muda dicuci bersih lalu diasapkan sebentar, dimakan dengan nasi sebagai lalap. Sehari 2x.
Batuk disertai sesak: 10-15 g bunga digodok, tambahkan madu secukupnya, setelah dingin disaring, lalu diminum.
Migrain: 150 g akar segar ditmbah telur itik 2 butir, digosok, airnya diminum, telurnya dimakan.
Sakit pinggang: akar dibakar dengan alas genting, lalu digiling menjadi bubuk. Setiap kali 10 g diminum dengan arak hangat
Bisul yang tidak mau pecah: akar tua digodok, airnya untuk kompres bisul.

Catatan: wanita hamil dan fungsi limpa lemah dilarang makan

Kemangi | Ocimum basilicum

daun-kemangi

daun-kmangi

KEMANGI adalah tumbuhan tahunan yang tumbuh tegak dengan cabang yang banyak Tanaman ini berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai 100 cm. Bunganya tersusun di tandan yang tegak. Daunnya panjang, tegak, berbentuk taji atau bulat telur, berwarna hijau dan berbau harum. Ujung daun bisa tumpul atau bisa juga tajam, panjangnya mencapai 5 cm. Permukaan bergerigi atau juga rata. Merupakan terna kecil beraroma khas yang berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya. Biasa dimakan sebagai lalap bersama-sama dengan kubis, irisan ketimun. Di Thailand dikenal sebagai manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.

Spesies ini banyak terdapat di Asia dan Amerika. Di Pulau Jawa, kemangi/surawung ditandm di kobun, di pagar, di pinggir jalan, di lapangan, dan di huma. t ditanam sebagai tanaman yang dibudidayakan. Walapun demikian, hasil
tumbuhan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Asalnya belum diketahui secara pasti. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl. Perkembangbiakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan biji.

CARA MENDAPATKAN KEMANGI
Perkembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT KEMANGI
Daun kemangi mengandung zat yang mampu merangsang terbentuknya hormon androgen dan estrogen. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung Zat Flavonoid seperti orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan flavonoid seperti sineole, mycene dan eugenol mempunyai manfaat sebagai antibiotik alami, antiperadangan, sebagai penenang (antidepresan), membantu mengatasi ejakulasi dini, merangsang aktivitas saraf pusat dan melebarkan pembuluh darah kapiler. Dapat dikonsumsi untuk memperbanyak ASI, mengobati encok dan penurun panas. Daun kemangi juga dapat meningkatkan jumlah air seni, menghilangkan masuk angin dan peluruh dahak. Konsumsi daun tanaman ini juga dapat mengatasi masalah bau mulut dan bau badan. Manfaat daun kemangi lainnya adalah sebagai pelawan bakteri yang alami sehingga bisa menangkal penyakit yang diakibatkan virus Basillus subtilis, Salmonella paratyph juga Proteus vulgaris. Getah kemangi dapat digunakan sebagai obat sariawan dan sakit telinga.

RESEP
Ejakulasi dini
Cuci bersih segenggam daun kemangi, seduh dengan air panas. Setelah dingin, minum sekaligus, cukup satu kali sehari. Bila anda suka lalap, maka bisa juga daun kemangi dikonsumsi secukupnya sebagai lalap.

Mengobati panu
Ambil segenggam daun kemangi dan cuci bersih, setelah itu haluskan. Beri sedikit air campuran kapur sirih dan selanjutnya balurkan pada bagian kulit yang terserang panu. Sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari.

Mengobati sariawan
Ambil daun kemangi kira-kira 50 helai dan cuci hingga bersih. Selanjutnya kunyah daun tersebut kurang lebih dua hingga tiga menit. Setelah halus, telah daun kemangi tersebut dan langsung minum air hangat. Untuk hasil maksimal, lakukan maksimal 3 kali dalam sehari.

Mengusir mual juga flu
Keringkan daun kemangi dan kemudian seduh layaknya teh. Minum air teh kemangi tersebut dua kali dalah sehari dan badan Anda akan sembuh dari mual serta menghalau flu datang.

Mengatasi bau mulut yang kurang sedap
Ambil daun kemangi, biji juga akarnya. Bersihkan dan kemudian seduh dengan air yang panas. Air seduhan tersebut bisa Anda tambahkan dengan gula merah atau madu. Minum air tersebut di setiap pagi sebelum beraktifitas.

Perut yang kembung dan masuk angin
Rebus daun kemangi dengan bawang merah yang kemudian dicampur dengan minyak kelapa. Ramuan tersebut segera dioleskan pada perut yang dirasa kembung.

Pepaya | Carica papaya

pepaya

pepaya

Kandungan
a. air
b. protein
c. lemak
d. karbohidrat
e. serat
f. abu
g. kalsium
h. fosfor
i. besi
j. kalium
k. vitamin A
l. vitamin C
m. tiamin
n. niacin
o. riboflavin
p. sukrosa
q. glukosa
r. fruktosa
s. energi

Manfaat
a. mencegah gangguan jantung
b. melangsingkan tubuh
c. mempercantik kulit
d. menyembuhkan luka
e. mengeluarkan duri yang masuk ke dalam daging
f. memperlancar ASI

Kol | Brassica oleracea

kubis

kubis

Kandungan
a. sulforafan
b. histidine
c. asam amino

Manfaat
a. mengobati gatal akibat jamur candida
b. menurunkan kadar kolesterol dalam darah
c. mengatasi jamur di kulit kepala, kaki, dan tangan
d. mencegah radang otot
e. mengatasi nyeri sendi
f. melindungi tubuh dari radiasi
g. menghilangkan nyeri haid
h. melancarkan ASI
i. mencegah perkembangan tumor dan kanker
j. membersihkan saluran pencernaan
k. sebagai penetral saat mabuk akibat minuman keras

Turi | Sesbania grandiflora

turi

turi

Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 dpl.

Pohon “kurus” berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecokelatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah.

Daun, bunga, dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui, untuk menambah produksi ASI, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis. Biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau.

Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor.

Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Jahe Merah | Amomum zingiber

jahe-merah

jahe-merah

Kandungan:

minyak gingerol
minyak terbang
limonene
cineole
dehydrogingerdione
gingerdione
arginine
Alpha linolenic acid
asphartic
Betha-sitosterol
Caprylic-acid
capsaicin
Chlorogenic acid
farnesal
farnesene
farnesol

Manfaat:
a. meningkatkan kebugaran tubuh
b. meningkatkan kemampuan ereksi bagi pria
c. mengatasi ejakulasi dini bagi laki-laki
d. membersihkan saluran pencernaan
e. mengobati influenza
f. merangsang keluarnya ASI pada ibu menyusui
g. mencegah kemandulan
h. mencegah proses penuaan
i. menghangatkan badan
j. mengobati batuk
k. mengatasi luka lama yang tak kunjung sembuh
l. mengatasi gigitan ular berbisa
m. menyembuhkan penyakit kolera
n. mengatasi rematik
o. mencegah osteoporosis
p. menyembuhkan stroke
q. menyembuhkan asma

Pare | Momordica charantia L

pare

pare

Pare banyak terdapat di daerah tropika, tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangna dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di temapt-tempat yang agka terlindung.

Tanaman setahun merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua. Tajuk bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning. Buah bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, cokelat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras.

Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok, dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan. Bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil-kecil dan rasanya pahit. Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan.

Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalap mentah atau setelah dikukus terlebih dulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado-gado, dan sebagainya. Tanamna ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan biji.

Kegunaan:
Buah:
batuk, radang tenggorok
haus karena panas dalam
mata sakit dan merah
demam, malaria
pingsan karena kepanasan (heartstroke)
menambah nafsu makan
kencing manis
disentri
rematik
memperlancar ASI
nyeri haid
sariawan
infeksi cacing gelang

Bunga
pencernaan terganggu

Daun:
cacingan
luka, abses, bisul
erysipelas
terlambat haid
sembelit
sakit liver
demam
melancarkan ASI
sifilis, kencing nanah

Secang | Caesalpinia sappan

secang

secang

SECANG (Caesalpinia sappan) termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae. Nama lokal tanaman ini yaitu Secang (Sunda); Kayu Secang, Soga Jawa (Jawa); Sappa Wood (Inggris). Secang merupakan tumbuhan perdu atau pohon kecil dengan tinggi pohon mencapai 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk menyirip ganda dengan panjang sekitar 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasangj yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, berwarna hijau. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, berwarna kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak berwarna hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, berwarna kuning kecokelatan. Kayu Secang dapat mulai dipanen pada saat berumur 1-2 tahun. Kayu secang bewarna jingga (brazilin) saat awal setelah ditebang dan dengan cepat berubah warna menjadi merah (brazilein) karena terekspos dengan oksigen. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading muda, dapat) digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman, atau sebagai tinta. Ekstrak kayu secang juga digunakan sebagai indikator asam basal karena pada suasana asam brazilin bewarna kuning (pH 2-5) dan pada suasana basal brazilein bewarna merah (pH 6-7). Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau stek batang.

Secang memiliki rasa sepat tidak berbau. Kandungan senyawa kimia dalam kayu Secang yaitu asam galat, tanin, resin, resorsin, brazilin, brazilein, d-alfa-felandrene,l oscimene, minyak atsiri. Daun Secang mengandung 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.

CARA MENDAPATKAN SECANG
Secang menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl, seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang Ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perbanyakan tanaman dengan biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kayunya yang telah dikeringkan

KHASIAT SECANG
Ekstrak kayu secang secara tradisional digunakan sebagai obat diabetes oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu, Secang juga banyak digunakan untuk mengatasi penyakit diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah, malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata, menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu Secang memiliki aktivitas farmakologi seperti relaksasi pembuluh darah, antiaterosklerosis (anti penebalan dinding arteri), analgesik (penahan sakit), anti hipoglikemik (antigula darah rendah), antiperadangan, sitotoksik (senyawa yang bersifat toksik yang dapat digunakan sebagai obat untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dan tumor dalam tubuh), antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Senyawa fenol yang terkenal dengan kemampuan antioksidan yang terdapat pada kayu secang umumnya adalah homoisoflavonoid dan komponen turunannya, protosappanin A, protosappanin B, brazilin, dan brazilein. Senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang berbeda-beda. Ekstrak kayu secang, protosappanin A dan protosappanin B menunjukkan inhibisi yang lebih besar terhadap MDA dan hidrogen peroksida sedangkan brazilein menunjukkan kemampuan dalam menangkap radikal hidroksil.

Ekstrak metanol dari kayu secang menunjukkan aktivitas antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai penurun gula darah yaitu brazilin. Selain itu, senyawa kaesalpin P, sappankalkon, 3-deoksisappanon, n-azilin, dan protosappanin A telah diidentifikasi sebagai inhibitor terhadap enzim aldosa reduktase yang dapat menyebabkan komplikasi pada diabetes.

RESEP
Pada umumnya, untuk pemakaian Secang yaitu dengan merebus 3-9 g kayu Secang kemudian diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar, kayu direbus dan airnya iigunakan untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.

Pembersih darah
Kayu Secang ditambah ketumbar dan daun trawas, kemudian direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Diare/mencret
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Air rebusan diminum pagi dan sore hari.

Batuk darah pada TBC
1½ jari kayu Secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa menjadi 2¼ gelas. Setelah dingin disaring dan dimum. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Radang selaput lendir mata
2 jari kayuecang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas a bersih sampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

Buang air besar berdarah
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas aisampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 kali ¾ gelas.

Murbei | Morus alba

murbei

murbei

MURBEI dengan nama latin Morus alba merupakan tanaman perdu atau pohon yang tumbuh tegak bila tidak dipotong namun dapat menjadi gemang besar bila tunas &>mpingnya dipotong. Tinggi tanaman murbei tidak lebih dari 15 m. Daun murbei Merupakan daun sederhana berbentuk cuping dan bergerigi di bagian tepi. Buah mtirbei merupakan buah majemuk dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih muda dan ungu kehitaman bila tua dan dapat dimakan.

CARA MENDAPAT MURBEI
Tanaman ini dapat ditemukan di Indonesia. Tunas yang dipotong dapat ditanam.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, daun, akar, kulit

KHASIAT MURBEI
Akar dan kulit murbei digunakan untuk menyembuhkan kencing darah. Akarnva mengandung senyawa flavonoid yang mampu menghambat pertumbuhan virus. Akar murbei juga baik untuk penderita diabetes. Daunnya dimakan sebagai sayur untuk menambah produksi air susu ibu dan juga digunakan untuk menyembuhkan luka. Daun murbei juga memiliki efek untuk memutihkan kulit, mencegah radikal bebas, mencegah leukemia, dapat menurunkan kadar kolesterol jahat pada darah, dan baik untuk usus. Buah murbei memiliki kadar antioksidan yang tinggi dan dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida serum darah.

RESEP
Akar atau kulit murbei dimasak dengan adas pulasari dan kayu sandel untuk menyembuhkan kencing darah.

Daun murbei dioles dengan minyak kelapa dan dibuat layu di atas api lalu diremas- remas. Hasil remasan ini dibalurkan pada luka.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by