batuk darah

Rumput Belang | Zebrina pendula

rumput-belang

rumput-belang

Kandungan
a. calcium oxalate
b. gummi
c. saponin
d. polifenol

Manfaat
a. menyembuhkan batuk berdarah
b. mengobati disentri
c. mengobati keputihan
d. mengobati kencing nanah
e. mengobati bisul

Jati Mas | Tectona grandis

jati-mas

jati-mas

JATI EMAS (Tectotia grandis Lf.) disebut juga jati unggul atau jati super yang telah diteliti dan diseleksi secara berulang oleh para pemulia tanaman jati, sehingga menghasilkan produksi kayu berkualitas. Ciri-ciri dari jati emas adalah berbatang lurus, bentuk silindris dcngan batang yang relatif bebas percabangan, mengalami pertumbuhan yang cepat, tumbuh seragam, tahan hama penyakit dan cocok ditanam di daerah tropis terutama pada tanah yang banyak mengandung kapur. Tanah yang ideal adalah tanah jenis aluvial dengan kisaran pH 4,5 sampai 7. Dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah (50-80 m dpl) sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl. Tanaman ini sangat tidak tahan dengan kondisi tergenang air, sehingga area pertanaman jati emas mutlak membutuhkan sistem drainase yang baik.

Tanaman jati emas merupakan bibit unggul hasil budidaya sistem kultur jaringan dikembangkan pertama kali dalam laboratorium, yang tanaman induknya pada mulanya berasal dari negara Myanmar. Jati emas sudah sejak tahun 1980 ditanam secara luas di Myanmar dan Thailand. Sementara Malaysia menyusul penanaman jati emas secara meluas di tahun 1990. Di Indramayu, Jawa Barat sejak tahun 1999 telah dilakukan penanaman jati emas sampai satu juta pohon.Tanaman jati emas sudah bisa dipanen mulai umur 5, 10,15 tahun dan menghasilkan kualitas kayu yang tetap baik yang biasa diterima di pasaran nasional maupun internasional.

Tanaman jati emas termasuk ke dalam tanaman kelas Angiosermae. Kandungan kimia yang terdapat pada jati emas adalah senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, resin, glukosa, asam lemak, asam fenolik, lender (kandungan aktif utama yang berhubungan dengan aktivitas pelangsing tubuh), p-sitosterol, kaffein, friedelin-3a-asetat, friedelin- 3β- ol, terpens/sterol, karotenoid, dan karbohidrat.

CARA MENDAPATKAN JATI MAS
Untuk memperbanyak bibit tanaman jati digunakan cara okulasi (teknik perbanyakan anaman secara vegetatif dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada anaman lain yang dapat bergabung (kompatibel) dengan tujuan menggabungkan sifat-sifat yang baik dari setiap komponen sehingga diperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik). Selain itu dilakukan juga teknik kultur jaringan (teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Dengan cara okulasi dan kultur jaringan, maka akan didapat sifat unggul yang sama dengan indukannya.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar dan daun

KHASIAT JATI MAS
Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan biasa digunakan untuk rehabilitasi lahan kritis. Kulit jati dapat digunakan sebagai pewarna alami menghasilkan warna cokelat. Namun secara farmakologi tanaman ini memiliki potensi sebagai antioksidan dan mengurangi aktivitas radikal bebas karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Selain itu dapat mengobati radang tenggorokan dan nyeri perut (disentri).

Daun jati juga bisa digunakan untuk ramuan obat batuk darah, haid tidak teratur, kholera dan radang tenggorokan (obat luar). Tetapi kayu atau arang kayunya dapat digunakan sebagai obat demam, kholera, mencret, sakit perut, radang kulit bernanah (obat luar) dan sakit kulit (obat luar).

RESEP
Untuk pengobatan disentri dapat menggunakan beberapa campuran bahan di antaranya:
Bawang merah 3 butir, daun alam 5 lembar, arang kayu jati 1 jari, mesoyi 1 jari, rimpang jahe 1 jati, teh adas 1 sendok, pulosari 1 jari, jinten hitam 1 sendok, gula enau 3 jari, ganti 1 jari. Semua bahan ditumbuk halus, tambah garam sedikit, kemudian diperas, saring, lalu dapat diminum. Ampasnya dapat digunakan untuk menggosok dada, leher dan punggung.

Bambu Tali | Asparagus cochinchinensis

bambu-tali

bambu-tali

Nama daerah
Asparagus

Uraian tanaman
Terna merambat, menahun, banyak bercabang. Terdapat liar di hutan-hutan terbuka, semak belukar, kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias yang didapat dari dataran rendah sampai lebih kurang 1.150 m dpl.

Akar berumbi kecil, berbentuk kerucut dan berkelompok, panjang umbi sekitar 4-10 cm, berwarna kuning abu-abu. Batangnya kecil, panjang dapat mencapai 2 m. Daunnya pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 mm, ujung runcing, duduknya tersebar. Bunga berkelompok, keluar dari ketiak daun, warnanya putih atau putih kuning. Buahnya buah buni, diameter 6 mm, bila masak berwarna merah tua sampai hitam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh.

Bagian yang digunakan
Umbi yang dikeringkan

Kegunaan
Batuk, batuk darah, TBC paru, sakit kerongkongan
Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam
Diabetes mellitus
Susah buang air besar
Demam disertai gaduh gelisah
Carsinoma, fibroadenoma, hyperplasia kelenjar payudara
lymphosarcoma, leukemia

Siantan | Ixora stricta

siantan

siantan

Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dan dipakai untuk bunga sembahyang agama Buddha. Tanaman perdu tegak ini tingginya sekitar 1 m-2,5 m, berbatang cokelat kehitaman, banyak bercabang, cabang muda berwarna cokelat kemerah-merahan. Daun tunggal, letak berhadapat-bersilang, tangkai daun sangat pendek, bulat telur sungsang sampai jorong, tepi rata, warna daun hijau tua, daun muda di ujung tangkai berwarna merah kecokelatan, permukaan daun mengkilat, bagian ujung dan pangkal daun runcing, panjang 6-13 cm, lebar 3-4 cm. Bunga berupa bunga majemuk berbentuk malai rata, warna oranye, tumbuh di ujung tangkai. Buah bulat, penampang 7-8 mm, merah ungu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, sejuk, hypotensive, mengecilkan bekuan darah, menghilangkan sakit

Bagian yang dipakai
Bunga, akar, tangkai dan daun

Kegunaan
Bunga: haid tidak teratur, tidak datang haid, hipertensi
Pemakaian: 10-15 g, rebus, minum

Akar: TBC Paru, batuk dan batuk darah
Pemakaian: 30-60 g, rebus, minum

Tangkai dan daun: Luka terpukul, badan ngilu-ngilu, terkilir, koreng
Pemakaian:
TBC Paru disertai batuk dan batuk darah: 30-60 g akar siantan + 10 g gancao direbus selama 3 jam, untuk 1x minum atau
30-60 g akar siantan ditambah 60 g daging sapi tanpa lemak dibuat sup.

Andong | Cordyline fruticosa

andong

andong

TANAMAN yang memiliki nama latin Cordyline fruticosa (L) A. Cheval. Sering juga disebut lanjuwang, endong, dan hadwang. Perdu yang merupakan famili Liliaceae memiliki tinggi 2-4 m, ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin, dan Jduit pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung ke belakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat.

CARA MENDAPATKAN ANDONG
Perbanyakan tanaman stek batang. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta penyiraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sekitar 250 sampai 1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT ANDONG
Khasiat andong di antaranya sebagai hemostatik dan anti bengkak dengan sifat khas yaitu mendinginkan. Andong sering digunakan sebagai obat batuk darah, disentri, haid terlalu banyak dan wasir berdarah.

RESEP
Batuk Darah dan Haid terlalu banyak: seduh 5 helai daun andong dengan air secukupnya. Hasil seduhan kemudian diminum 1 kali untuk 100 ml. Hal ini diulang hingga pasien sembuh.

Obat Wasir: daun andong dicampur dengan adun wungu dan diseduh dengan air secukupnya, air seduhan tersebut kemudian diminumkan 2 kali sehari selama 14 hari.

Ophiopogon | Ophiopogon Japonicus

ophiopogon

ophiopogon

Terna menahun, tinggi 15-40 cm, biasa ditanam sebagai tanaman hias. Daun tumbuh berkumpul membentuk roset akar, lurus panjang dengan panjang 15-40 cm, lebar 3-7 mm, ujung lancip dengan pangkal menyempit menjadi tangkai. Warna daun hijau mengkilap dengan kedua bagian tepi bergaris putih.

Bunga tersusun dalam karangan berbentuk malai yang panjangnya 6,5-14 cm, warnanya ungu muda atau putih, kecil-kecil. Buah bulat, warnanya hijau tua, bila masak warnanya biru gelap. Tanaman ini memiliki akar serabut dengan pembesaran di beberapa tempat membentuk umbi kecil-kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis

Manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung, dan jantung.

Kandungan kimia

Umbi mengandung:

1. Steroid saponin

2. Isoflavonoid

3. D-glucose

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
batuk kering, abses paru
muntah darah, batuk darah
panas dalam, haus, mulut dan kerongkongan kering
susah buang air besar
melancarkan kencing

Pemakaian
Untuk minum: 7-15 g digodok atau dijadikan pil.

Teratai | Nymphaea alba

teratai

teratai

Kandungan
a. quercetin
b. luteolin
c. isoquercitrin
d. kaempferol
e. luteolin
f. galuteolin
g. alkaloid
h. protein
i. lemak
j. karbohidrat
k. caroten
l. asam nikotinat
m. vitamin B1
n. vitamin B2
o. vitamin C
p. nelumbine
q. raffinose
r. kalsium
s. fosfor
t. nuciferine
u. oxoushinsunine
v. N-norarmepavine

Manfaat
a. menyembuhkan mimisan
b. menyembuhkan batuk darah
c. menyembuhkan diare
d. menyembuhkan disentri
e. menyembuhkan panas dalam

Suji | Pleomele angustifolia N.E.Brown

suji

suji

SUJI atau Pleomele angustifolia N.E.Brown mempunyai beberapa nama daerah antara lain Jejuang bukit atau Pendusta utan (Ambon); Ngase kolotide (Ternate); Jingkang, Hanjuwang merak atau Suji (Jawa Barat); Semar (Jawa Tengah dan Jawa Timur); Kopoi (Ponos), Popopok im bolai, Rereindeng im bolai, Tawaang im bolai (Minahasa) (Heyne, 1987). Tanaman suji dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sampai 1.200 m dpi. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Habitat daun suji, yaitu berada dalam daerah yang memiliki kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedang dan sangat cocok hidup di taman dan tanah belakang rumah.

Daun tanaman suji berbentuk lancet-garis, agak kaku, berwarna hijau gelap, meruncing atau sangat runcing dengan panjang 10 sampai 25 cm dan lebar 0,9 sampai 1,5 cm. Jenis bunga termasuk bunga majemuk, berbentuk malai dengan banyak bunga yang panjangnya 8 sampai 30 cm. Pada tiap kelopak terdapat 1-4 bunga, tangkai bunga pendek (2,5-2,7 cm). Mahkota bunga berwarna putih kekuningan, dan kalau malam hari berbau harum. Buah yang matang berwarna jingga dengan diameter 1-2 cm. Kandungan kimia dari daun suji di antaranya adalah adalah saponin dan flavonoid, klorofil. Mengenai efek farmakologis dari daun yang memiliki rasa pahit, berbau harum, dan bersifat dingin.

CARA MENDAPATKAN SUJI
Cara mengembangkannya cukup dengan okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitnya.

KHASIAT SUJI
Senyawa klorofil di dalam daun suji berfungsi sebagai antioksidan, serta memiliki daya hipokolesterolemik (kemampuan menurunkan kadar kolesterol darah) secara in vivo (pengujian menggunaan hewan uji). Kedua aktivitas kimiawi ini sangat baik untuk menekan penyakit Aterosklerosis. Bagian dari batang, akar dan daun juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit di antaranya; kencing nanah, disentri dan beri-beri, nyeri lambung, nyeri haid dan penawar racun. Selain itu daun suji dimanfatkan sebagai Pewama hijau pada makanan, memberikan aroma yang khas pada makanan. Buahnya dapat digunakan untuk mengobati orang yang kurang nafsu makan, dan monurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya berkhasiat untuk mengobati sakit kepala, obat luar untuk mengatasi beri-beri. Getah daunnya dapat digunakan untuk menebalkan rambut, dan daunnya digunakan sebagai zat warna untuk mengecat, pucuk tanamannya dapat dimakan sebagai sayuran, tanaman hias dan tanaman pagar.

RESEP
Untuk mengobati batuk berlendir dan berdarah
20 lembar daun suji dicuci sampai bersih, tumbuk sampai lumat, dan tambah air sebanyak Vi gelas. Setelah itu peras dan minum 2 kali sehari pagi dan malam.

Penyakit kencing nanah, disentri, beri-beri
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 2 x sehari.

Nyeri saat haid
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 1 x sehari.

Widuri | Calotropis gigantea

widuri

widuri

Kandungan
a. saponin
b. sapogenin
c. kalotropin
d. kalotoksin
e. uskarin
f. kalaktin
g. gigantin
h. harsa
i. flavonoida
j. polifenol
k. tannin
l. kalsium oksalat

Manfaat
a. menyembuhkan gatal-gatal
b. menyembuhkan penyakit kelamin
c. menyembuhkan bisul dan kudis
d. menyembuhkan sakit gigi akibat gigi berlubang
e. menghentikan batuk berdarah
f. menyembuhkan gigitan binatang berbisa
g. menyembuhkan campak

Wijaya Kusuma | Epiphyllum anguliger

wijaya-kusuma

wijaya-kusuma

WIJAYAKUSUMA (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophiu bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukai untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga. Kandungan kimia dalam tanaman ini belum diketahui secara pasti karena belum ada penelitian khusus untuk tanaman ini, namun tanaman ini mempunyai daya ampuh meredam rasa sakit dan menetralisir pembekuan darah. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bunga dan batangnya. Pemakaian dapat dalam bentuk segar atau dikeringkan untuk penyimpanan.

CARA MENDAPATKAN WIJAYA KUSUMA
Perbanyakan tanaman dengan cara anakan. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis dan tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.

KHASIAT WIJAYA KUSUMA
Bunga Wijayakusuma rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), obat batuk dan peluruh dahak (mukolitik). Batang rasanya asin, asam, sifatnya sejuk, dan berkhasiat antiradang.
Wijaya kusuma dipercaya dapat mengobati:
• TB paru dengan batuk dan dahak berdarah,
• sesak napas (asma),
• radang tenggorok (faringitis),
• nyeri lambung (gastritis), muntah darah, dan
• perdarahan rahim(uterine bleeding).

RESEP
Obat luka
Satu helai daun wijayakusuma ditumbuk halus kemudian dioleskan pada luka dan dibalut verban.

Obat TB paru dengan batuk dan dahak berdarah
Rebus bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tarsisa satu gela? Tambahkan gula aren (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Obat perdarahan rahim
Bersihkan bunga wijakusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

Obat sesak napas
Cuci bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya seharidua kali, masing-masing separuhnya.

Jengger Ayam | Celosia cristata

jengger-ayam

jengger-ayam

Nama daerah
Sumatra (Celala, banda ulu, bunga tali; Jawa (Jawer hayam, kotok bayem cenggeng, jengger ayam, jhangar ayam, rebha mangsor; Nusatenggara (Janggar siap, ndaer ana sina, bunak manula larit); Sulawesi (Tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api, laya, langgelo, kaputi ayam, rangrang jangang, bunga lali manu, puwa ri sawito); Maluku (Wire, kolak, tokko marerede, sule-sule; Melayu (bayam biludu, rara ayam)

Terna semusim, tumbuh tegak, tinggi 60-90 cm, jarang tumbuh liar. Pada umumnya ditanam di taman-taman, halaman, dan tempat-tempat lain sampai setinggi 1.000 m dpl. Batangnya tebal dan kuat. Daun tunggal, tumbuh berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5-12 cm, lebar 3,5-6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing membentuk tangkai, tepi rata, warnanya hijau dengan sedikit garis merah di tengah-tengah daun. Bunganya berbentuk bulir, tebal mendaging, yang bagian atas melebar seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang. Bunga keluar di ujung batang atau di ujung percabangan, warnanya ungu, merah, dadu, kuning. Buahnya retak sewaktu dimasak. Terdapat 2 atau beberapa biji kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, sejuk. Msuk meridian lever dan ginjal. Antiradang, menghentikan perdarahan, menghentikan keputihan, menerangkan penglihatan.

Kandungan kimia
Mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol

Bagian yang dipakai
Bunga, jemur bila ingin disimpan

Kegunaan
Mimisan, batuk darah, muntah darah, wasir, kencing darah, perdarahan rahim
Disentri
Keputihan
Infeksi saluran kencing

Pemakaian
10-15 g jengger ayam digodok, airnya untuk cuci atau dilumatkan lalu tempelkan di tempat yang sakit.

Secang | Caesalpinia sappan

secang

secang

SECANG (Caesalpinia sappan) termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae. Nama lokal tanaman ini yaitu Secang (Sunda); Kayu Secang, Soga Jawa (Jawa); Sappa Wood (Inggris). Secang merupakan tumbuhan perdu atau pohon kecil dengan tinggi pohon mencapai 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk menyirip ganda dengan panjang sekitar 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasangj yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, berwarna hijau. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, berwarna kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak berwarna hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, berwarna kuning kecokelatan. Kayu Secang dapat mulai dipanen pada saat berumur 1-2 tahun. Kayu secang bewarna jingga (brazilin) saat awal setelah ditebang dan dengan cepat berubah warna menjadi merah (brazilein) karena terekspos dengan oksigen. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading muda, dapat) digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman, atau sebagai tinta. Ekstrak kayu secang juga digunakan sebagai indikator asam basal karena pada suasana asam brazilin bewarna kuning (pH 2-5) dan pada suasana basal brazilein bewarna merah (pH 6-7). Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau stek batang.

Secang memiliki rasa sepat tidak berbau. Kandungan senyawa kimia dalam kayu Secang yaitu asam galat, tanin, resin, resorsin, brazilin, brazilein, d-alfa-felandrene,l oscimene, minyak atsiri. Daun Secang mengandung 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.

CARA MENDAPATKAN SECANG
Secang menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl, seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang Ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perbanyakan tanaman dengan biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kayunya yang telah dikeringkan

KHASIAT SECANG
Ekstrak kayu secang secara tradisional digunakan sebagai obat diabetes oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu, Secang juga banyak digunakan untuk mengatasi penyakit diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah, malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata, menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu Secang memiliki aktivitas farmakologi seperti relaksasi pembuluh darah, antiaterosklerosis (anti penebalan dinding arteri), analgesik (penahan sakit), anti hipoglikemik (antigula darah rendah), antiperadangan, sitotoksik (senyawa yang bersifat toksik yang dapat digunakan sebagai obat untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dan tumor dalam tubuh), antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Senyawa fenol yang terkenal dengan kemampuan antioksidan yang terdapat pada kayu secang umumnya adalah homoisoflavonoid dan komponen turunannya, protosappanin A, protosappanin B, brazilin, dan brazilein. Senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang berbeda-beda. Ekstrak kayu secang, protosappanin A dan protosappanin B menunjukkan inhibisi yang lebih besar terhadap MDA dan hidrogen peroksida sedangkan brazilein menunjukkan kemampuan dalam menangkap radikal hidroksil.

Ekstrak metanol dari kayu secang menunjukkan aktivitas antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai penurun gula darah yaitu brazilin. Selain itu, senyawa kaesalpin P, sappankalkon, 3-deoksisappanon, n-azilin, dan protosappanin A telah diidentifikasi sebagai inhibitor terhadap enzim aldosa reduktase yang dapat menyebabkan komplikasi pada diabetes.

RESEP
Pada umumnya, untuk pemakaian Secang yaitu dengan merebus 3-9 g kayu Secang kemudian diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar, kayu direbus dan airnya iigunakan untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.

Pembersih darah
Kayu Secang ditambah ketumbar dan daun trawas, kemudian direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Diare/mencret
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Air rebusan diminum pagi dan sore hari.

Batuk darah pada TBC
1½ jari kayu Secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa menjadi 2¼ gelas. Setelah dingin disaring dan dimum. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Radang selaput lendir mata
2 jari kayuecang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas a bersih sampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

Buang air besar berdarah
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas aisampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 kali ¾ gelas.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by