abscess

Bungur Kecil | Lagerstroemia indica

bungur-kecil

bungur-kecil

NAMA latinnya adalah Lagerstroemia indica, sedangkan nama daerah sunda, yaitu bungur, di Madura: Bhungor. Deskripsi Tanaman ini termasuk tanaman perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal membaji, tepi rata, berwarna hijau tua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih, atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm. Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

CARA MENDAPATKAN BUNGUR KECIL
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Perawatannya dengan cara diberi air dan pupuk secara berkala. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan tinggi kurang dari 800 m dengan tanah yang tidak terlalu basah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit kayu, daun, akar

KHASIAT BUNGUR KECIL
Antikoagulasi (antipengendapan darah), nephroprotective (penjaga kesehatan ginjal), antioksidan (daun, buah), anti-inflamasi (daun), antimikroba (daun), antidiare (kayu)

RESEP
Seduhan dingin kulit kayu ditumbuk, diminum untuk menghentikan murus (diare). Tumbukan daunnya digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan pendarahan. Untuk obat yang diminum: Rebus 15-30 g akar, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar: Rebus bahan segar secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Selain itu, giling bahan kering sampai membentuk serbuk. Selanjutnya, bubuhkan serbuk tersebut ke tempat yang sakit, seperti patah tulang (fraktur), bisul, koreng, abses, eksim, dan radang payudara (mastitis).

Disentri
Rebus 20 g daun atau akar dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya diminum, sehari tiga kali, masing-masing ½ gelas.

Disentri akut, hepatitis menular
Cuci 15 g akar dan 15 g daun bungur kecil, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, dan bagi menjadi dua bagian untuk dua kali minum, pagi, dan sore hari. Setiap kali minum 1/2 gelas, dapat ditambah madu secukupnya.

Bisul, koreng
Keringkan akar atau bunga bungur kecil secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, kemudian oleskan ke bagian tubuh yang sakit dan balut dengan perban. Untuk obat yang diminum, rebus 30 g akar dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing ½ gelas.

Eksim
Cuci akar atau daun secukupnya sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih (selama 15 menit). Dalam keadaan hangat, ramuan ini dapat dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Catatan: Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Eceng Gondok | Eichhornia crassipes

eceng-gondok

eceng-gondok

Nama Daerah
Sumatra: Kelipuk, ringgak, keladi bunting, Jawa: Eceng gondok, gendot, gondok, kembang bopong, weweyan, wewehan, bengok, Kalimantan: ilung-ilung, mampau, napong, Sulawesi: Tumpe, takara

Nama Asing
waterhyacinth, waterpest

Uraian Tanaman
Terna air atau rawa, tahunan, tumbuh mengapung di air, kadang berakar pada dasar, tinggi 20-60 cm, mengeluarkan tunas merayap yang keluar dari ketiak daun yang akan menjadi tumbuhan baru. Eceng gondok diimpor oleh Kebun Raya dari Brasil pada tahun 1894 sebagai tanaman hias yang dapat tumbuh dari 1.000-1.600 m di atas permukaan laut. Karena pembiakan vegetatifnya luar biasa cepat, tanaman ini malah menjadi gulma daripada tanaman hias air.

Daun tersusun dalam roset akar, tumbuh tegak, bentuknya bulat telur lebar, tepi rata, panjang 7-25 cm, warnanya hijau mengkilat. Tangkai daun dewasa panjang, tangkai daun yang muda pendek, dan menggelembung.

Bunga letaknya duduk 6-12 kuntum bunga berkumpul dalam bulir yang panjangnya 13-30 cm, warnanya ungu. Buah berbiji banyak, bentuknya bulat panjang bersegi.

Eceng gondok biasa digunakan untuk makanan ternak atau dibuat pupuk.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Meredakan panas, menghilangkan lembap dan racun

Kandungan kimia
Seluruh tumbuhan mengandung SiO2, kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), klorida (Cl), tembaga (Cu), mangaan (Mn), besi (Fe)
Akar: sulfat dan fosfat
Daun: karoten
Bunga: Delphinidin-3-diglucoside

Bagian yang dipakai
Seluruh tumbuhan atau akar

Kegunaan
Tenggorokan terasa panas
Kencing tidak lancar
Biduran
Bisul, abses

Pemakaian:
Untuk minum 15-20 g digodok

Pemakaian luar:
Dilumatkan dan ditempelkan pada bagian yang sakit.

Cara pemakaian:
Kencing tidak lancar, biduran: Batang segar digodok dan diminum
Bisul dan abses: Daun atau akar segar dilumatkan, tambahkan garam secukupnya, tempelkan ke tempat yang sakit.

Bawang Putih | Allium sativum

bawang-putih

bawang-putih

Bawang putih dapat tumbuh dengan tinggi 30-75 cm mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih dan berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 m di atas permukaan laut.

Bagian yang digunakan
umbi lapis

Khasiat
Mengobati hipertensi, asma, batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, insomnia.

Pacing | Costus speciosus

pacing

pacing

Nama ilmiah tanaman Pacing adalah Costus speciosus. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) dan dikenal dengan beberapa nama lain, yaitu tabar-tabar, kelacim, setawar, tubu-tubu (Sumatra), tepung tawar, poncang-pancing, bunto (Jawa), Lingkuwas, tapung tawara (Sulawesi) dan lainnya, sedangkan nama asingnya sering disebut dengan nama Spiral Ginger atau Wenteltrap Plant. Tanaman Pacing memiliki ciri-ciri tegak, tinggi sekitar 0,5-3 m, menyukai tempat-tempat yang lembap dan teduh, tumbuh liar di tepi parit, tepi jurang, tanah kosong yang telantar, atau ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Tumbuh pada taran 1-1.200 m dpl. Batangnya berwarna kuning kecokelatan, berdaun tunggal tersusun seperti spiral dan tangkainya pendek memeluk batang. Daunnya hijau memanjang sampai lanset, ujungnya runcing dan tepinya rata. Pada permukaan bawah daunnya berambut halus. Bunga duduk dalam bentuk bulir, berukuran besar dan warnanya putih. Buahnya kotak berbentuk telur, warnaya merah, berisikan banyak biji.

Pada bagian rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one,5alfa-stimast-9(11)-en3beta,24 hydroxytriacontan-26-onedan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Senyawa kimia tersebut digunakan sebagai bahan baku obat kontrasepsi (antihamil). Bagian yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang Pacing sifatnya sejuk, rasanya masam, pedas, dan sedikit beracun (toksik). Selain itu mengandung senyawa antioksidan seperti asam askorbat, betakaroten, alfatecopherol, glutathione, penol, dan flavonoids.

Cara mendapatkan pacing

Perbanyakan tanaman pacing dapat dilakukan dengan biji atau rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup.

Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang, batang, daun.

KHASIAT PACING
Rimpang Pacing dapat digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik), antitoksik, menghilangkan gatal dan peluruh keringat (anti piretik), mencegah kehamilan, untuk pengobatan bengkak-bengkak karena sakit ginjal dan perut busung, pengobatan infeksi saluran kencing, nyeri sewaktu kencing, pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan, bisul dan abses. Selain itu mengobati rematik, gigitan ular, eczema, radang mata, mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut. Tanaman ini juga dapat mnegobati penyakit lepra, penyakit kulit, asma, anemia, perut kembung, afrodisiak. Berdasarkan penelitian tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai antihyperglysemic, aktivitas hypoepidemic, menurunkan kolesterol, trigliserida, antidiabetes, antioksidan, anti-inflammatory, memiliki aktivitas hepatoprotective dan antimicrobial melawan bakteri staphylococus aureus.

RESEP
Rimpang tanaman Pacing dapat digunakan apabila dicuci bersih dipotong tipis- tipis, lalu dikukus dan dikeringkan terlebih dahulu, karena rimpang mentah adalah beracun.
1. Untuk obat rematik: Akarnya digerus dicampur dengan mustard oil kemudian digosokkan kepada yang sakit.
2. Nephriticedema, air kemih sedikit: Pacing 30 g, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
3. Mencegah kehamilan: Rimpang kering 10 g ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
4. Digigit ular: Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
5. Bengkak karena penyakit ginjal akut: Pacing 15 g direbus, minum.
6. Eczema, gatal-gatal: Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
7. Radang mata: Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian dijHMrtn dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3-4 kali per hari Rebanyak 2 tetes.
8. Mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut: Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur, satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
9. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema): Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
10. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing:
Rimpang kering 3 -10 g digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang mengonsumsi.

Srikaya | Annona squamosa

srikaya

srikaya

SRIKAYA atau Annona squamosa memiliki kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Batangnya (pada dahan) cokelat muda, bagian dalamnya berwarna kuning muda dan agak pahit. Pada bagian ranting berwarna cokelat dengan bintik cokelat muda, lenti sel kecil, oval, berupa bercak bulat pada batang. Daun tunggal, bertangkai, kaku, letaknya berseling. Helai daun berbentuk lonjong hingga jorong menyempit, ujung dan pangkal runcing, dasar lengkung, tepi rata, panjang 5- 17 cm, lebar 2-7,5 cm, permukaan daun berwarna hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Rasanya pahit, sedikit dingin. Tangkai daun 0.4-2,2 cm panjangnya. Bunganya bergerombol pendek menyamping dengan panjang sekitar 2.5 cm, sebanyak 2-4 kuntum bunga kuning kehijauan (berhadapan) pada tangkai kecil panjang berambut dengan panjang ± 2 cm, tumbuh pada ujung tangkai atau ketiak daun. Daun bunga bagian luar berwarna hijau, ungu pada bagian bawah, membujur, panjangnya 1.6-2.5 cm, lebar 0,6-0,75 cm. Daun bunga bagian dalam sedikit kebih kecil atau sama besarnya. Terdapat banyak serbuk sari, bererombol, putih, panjang kurang dari 1.6 cm, putik berwarna hijau muda. Tiap putik membentuk semacam kutil, panjang 1.3-1.9 cm, lebar 0,6-1,3 cm yang tumbuh menjadi kelompok-kelompok buah. Berbunga dengan bantuan kumbang nitidula. Buahnya buah semu, berbentuk bola atau kerucut atau menyerupai jantung, permukaan berbenjol-benjol, warna hijau berbintik (serhtffc bunga) putih, penampang 5-10 cm, menggantung padd tangkai yang cukup tebal. Jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan yang lain, berwarna hijau kebiruan. Daging buah berwarna putih semikuning, berasa manis. Biji membujur di setiap karpel, halus, cokelat tua hingga hitam, panjang 1,3-1,6 cm. Biji masak berwarna hitam mengkilap.

Secara umum, tanaman srikaya mengandung skuamosin, asimicin atlterospermidine lanuginosin, alkaloid tipe asporfin (anonain) dan bisbenziltetrahidroisokinolin (retikulin). Pada organ-organ tumbuhan ditemukan senyawa sianogen. Pulpa buah yang telah masak ditemukan mengandung sitrulin, asam aminobutirat, ornitin, dan arginin. mengandung senyawa poliketida dan suatu senyawa turunan bistetrahidrofuran asetogenin (skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, anonin 1, IV, VI, VIII, IX, XV skuamostatin A, bulatasin, bulatasinon, skuamon, ncoanonin B, neo desasetilurarisin, ne retikulasin A, skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin, neoanonin).

Srikaya juga mengandung skuamosisnin A, skuamosin B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N; skuamostatin B, asam Iemak, asam amino dan protein. Komposisi asar lemak penyusun minyak Iemak biji srikaya terdiri dari metil palmitat, metil stearai metil linoleat. Daun mengandung alkaloid tetrahidro isokuinolin, p-hidroksibenzil 6,7-dihidroksi-l,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin). Bung, mengandung asam kaur-l,6-ene-l,9-oat diinformasikan sebagai kornponen aktif bung, srikaya. Akarnya mengandung flavonoid, borneol, kamfer, terpen, alkaloid anonair saponin, tanin, dan polifenol. Kulit kayu mengandung flavonoid, borneol, kamfei terpen, dan alkaloid anonain. Buah muda mengandung tanin. Daun rasanya pahit, kelal sifatnya sedikit dingin.

KHASIAT SRIKAYA
Berkhasiat untuk antiradang, antidepresi. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing pada usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum (pengugur kandungan), peluruh cacing pada usus (anthelmintik), dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat sebagai astringen (zat yang menyebabkan jaringan biologis berkontraksi atau mengkerut). dan tonikum ( penambah stamina ketika tubuh lemah dan pemulih setelah sakit). Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit. Berdasarkan penelitian daun Antiotia squamosa mempunyai efek antifertilitas dan embriotoksik pada tikus betina; serta berpengaruh pada daya reproduksi Sitophillus ori zae. Senyawa insektisida yang terdapat dalam biji Antiona squamosa mempunyai daya bunuh ektoparasit. Tetrahidroisokinolin mempunyai aktivitas kardiotonik. Higenamin (p—hidroksibenzil6,7-dihidroksi- – 1,2,3,4—tetrahidroisokinolin) berinteraksi dengan adrenoreseptor, menghasilkan aktivitas inotropik positif pada otot jantung. Senyawa poliketida dan bistetrahidrofuran mempunyai efek antitumor . toksisitas Dapat mengiritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjungtivitis dan inflamasi.Senyawa-senyawa asetogenin (skuamostanin A, B, C, dan D) serta annotemoyin-1 dan -2, dan glukopiranosid kolesteril pada srikaya memiliki efek sitotoksik, inhibitor agregasi platelet, inhibitor replikasi HIV, agen antidiabetes (antihiperglikemik) dan antioksidan, pestisida, serta dapat digunakan dalam terapi Neisseria gonorrhea. Kandungan skuamosinnya berfungsi sebagai insektisida, sementara kandungan ascimicinnya memiliki efek antileukemia Caryophyllene oxide pada kulit batang memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi serta cyclosquamosin D pada biji terbukti menunjukkan inhibisi sitokin proinflammatory pada makrofag J774A.1 terinduksi Pam3Cys. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Daun digunakan untuk mengatasi batuk, demam, rematik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps (dubur terlihat keluar dari anusnya atau disebut hernia) pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema. Biji digunakan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Buah muda digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia). Akar digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mei dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.

Selasih | Ocimum basilicum

selasih

selasih

CIRI-CIRINYA adalah terna semusim, tegak, banyak bercabang di bagian atas, barbai harum, tinggi 50-80 cm. Menyukai tempat-tempat lembab dan teduh, tumbuh liar di tepi jalan, tepi ladang, sawah-sawah kering, hutan jati atau dipelihara di pekarangan dar disemai di kebun-kebun, dan dapat ditemukan dari data ran rendah sampai ketinggiai 450 m dpl, kadang ditanam sampai 1.000 m dpl. Batang berwarna kecokelatan, bersegj empat. Daun tunggal letak berhadapan, bertangkai yang panjangnva 0,5-2 cm, helai daul bulat telur sampai memanjang, ujung runcing, pangkal agak meruncing, permukaan daun berambut, halusdengan bintil-bintil kelenjar, tulangdaun menyirip, tepi bergerigi, panjang 3,5-7,5 cm, lebar 1.5-2,5 cm, warna hijau tua. Bunga berwarna putih atau lembavung, terusan dalam tandan yang panjangnya 5-30 cm, keluar di ujung percabangan. Biji keras warnanya cokelat tua, bila dimasukkan ke dalam air akan mengembang seperti selai. Kandungan kimia terdiri dari ocimene, alpha-pinene, 1,8-cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, dll.

CARA MENDAPATKAN SELASIH
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatan dengn pemupukan, pengendalian gulma dan hama penyakit serta penyiraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sekitar 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Batang, biji, daun

KHASIAT SELASIH
l. Asam chicoric, mudah diperoleh secara mudah dari tanaman selasih segar atau kering.
2. Senyawa utama dalam minyak selasih menunjukkan aktivitas antioksidatif.
3. Ekstrak air selasih memiliki dampak yang bagus pada deltametrin yang diinduksi  nefrotoksisitas pada tikus albino yang disebabkan oleh pengaruh antioksidan.

RESEP
Demam, pencernaan terganggu, diare: 15 g seluruh bagian tanaman digodok, minum.
Mematangkan abses: daun segar dire mas dengan minyak, tempelkan ke tempat yang’ sakit, lalu di balut
Sering gugup: setiap hari minum 2 sendok teh biji selasih, yang direndam dalam air.
TBC: 3 batang selasih dicuci, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2.5 gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Tanduk Rusa | Platycerium bifurcatum

tanduk-rusa

tanduk-rusa

Tanduk rusa adalah tanaman epifit dengan akar melekat di batang pohon lain atau bebatuan. Batang berupa rimpang lunak, namun liat dan sulit dipotong. Daun dengan dua tipe, tipe pertama selalu steril berbentuk perisai tegak, mengering pada kondisi kurang air, fungsinya mengumpulkan dedaunan kering dan penangkap air, sehingga kelembapan bagi rimpang terjaga. Tipe kedua menjuntai dari “pusat” daun tipe pertama dengan bentuk menyerupai tanduk rusa. Fungsinya sebagai pembawa spora yang terletak di sisi bawah daun, panjang daun yang menjuntai dapat mencapai satu meter atau lebih. Tergantung jenisnya. Tanduk rusa dapat memiliki daun ferni yang menjuntai hingga 2,5 m. Spora terdapat pada sporangia yang terlindung oleh sori yang tumbuh menggerombol di sisi bawah daun, menyebabkan flek berwarna cokelat pada daun.

Nama daerah
Daun tanduk rusa, simbar agung (Indonesia), simbar menjangan (Jawa, Bali), paku uncal (Sunda)

Khasiat
Mengobati demam, radang rahim luar, haid tidak teratur, bisul, abses

Bagian yang digunakan
Daun

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by