Stevia | Stevia rebaudiana

stevia

stevia

TANAMAN Stevia (Stevia rebaudiana) termasuk ke dalam famili compositae yang merupakan tanaman perdu dengan tinggi 60-90 cm. Tanaman stevia memiliki batang tegak, bercabang banyak, daun berhadapan tunggal dan tebal, berbentuk lonjong dengan tepi daun bergerigi dan permukaannya berbulu halus, mempunyai sistem perakaran halus yang dekat dengan permukaan tanah, perakaran tebal, rapat dan kasar tumbuh menembus ke dalam tanah.

Kandungan kimia yang terdapat pada daun tanaman stevia adalah gula steviosida dan rebaudiosida-A (glikosida diterpen), protein, serat, karbohidrat, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, natrium, besi, vitamin A, C dan minyak. Tanaman ini juga mengandung flavonoid, saponin dan polifenol.

CARA MENDAPAT STEVIA
Perbanyakan benih stevia dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. Secara, generatif biasanya hanya dilakukan dalam skala penelitian untuk menghasilkan klon atau varietas unggul yang baru melalui pemuliaan tanaman yaitu dengan biji, sedangkan secara vegetatif dapat dilakukan dengan anakan, stek batang, stek cabang dan kultur jaringan. Cocok tumbuh pada daerah berudara sejuk dengan ketinggian 500-1.500 m dpl, dan pada tanah yang kurang subur dengan pH 4-5 biasanya pada jenis tanah andosol, podsol, dan latosol. Tumbuhan ini banyak dijumpai dan tumbuh adaptif di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar pada ketinggian ± 800 m dpl, dengan sebaran curah hujan rata-rata 2200 mm/th. Beberapa hal penting dalam perawatan tanaman stevia adalah pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama serta penyakit. Satu minggu setelah ditanam, setiap tanaman perlu diberi pupuk buatan masing-masing 1 g Urea, 1 g TSP dan 1 g KCL. Pemberian pupuk buatan tersebut diulang lagi setiap kali stevia baru dipanen. Pada saat tanaman stevia berumur 2 minggu, sebaiknya setiap ujung tanaman dipangkas untuk membentuk percabang; sehingga produksi daun akan lebih banyak.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT STEVIA
Daun stevia dapat digunakan sebagai pemanis alamiah, alternatif dalam pembuatan gula alami rendah kalori atau non kalori karena daun stevia memiliki stevioside yang dapat memberikan rasa manis 250-300 kali lebih manis dari gula. Keunggulan lain dari pemanis alamiah ini tidak memiliki sifat karsinogenik sehingga aman dikonsumsi. Selain itu digunakan pula dalam formula sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes. Tanaman ini juga memiliki efek kariostatik yaitu dapat mengurangi dan menghambat timbulnya karies gigi ( penyakit infeksi yang merusak struktur gigi dan menyebabkan gigi berlubang).

Steviosida juga terbukti dapat membunuh beberapa bakteri, di antaranya adalah £. Coli, B. subtilis, Streptococcus mutatis, Staphylococcus aureus serta menghambat infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan patogen lain seperti £. Coli, Staphylococcus aureus dan Corynebacterium diphtheriae serta jamur Candida albican. Stevia juga memiliki efek anti karies sehingga menghambat timbulnya karies gigi.

RESEP
Memerlukan metode khusus untuk memisahkan gula dari daun stevia, salah satu caranya dengan kristalisasi. Cara membuat formula pengganti gula untuk penderita diabetes: Gunakan 4-6 lembar daun segar, diseduh dengan satu gelas air matang panas, setelah dingin, saring kemudian dapat diminum langsung atau dicampur madu. Sari daun stevia dapat digunakan dalam campuran kopi, teh atau makanan untuk masakan.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by