Lidah Mertua | Sanseviera trifasciata

lidah-mertua

lidah-mertua

SANSEVIERIA atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahava matahari. Lidah mertua memiliki daun keras dan tebal, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Lidah mertua dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, oleh karena itu ada yang menyebut sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan. Perawatan tanaman ini murah dan selalu mengeluarkan zat O, tanpa menghasilkan zat CO, sehingga cocok di taruh di dalam ruangan. Warna daun lidah mertua beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan dan ada juga yang zig-zag.

Lidah mertua menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Bisa digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang digunakan juga untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan. Dibanding tumbuhan lain, lidah mertua memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene sehingga sangat efektif untuk mengurangi pencemaran udara dan menyerap timbal, selain itu bisa juga untuk menyerap radiasi dari komputer, tv dan hp. Tanaman lidah mertua rasanya masam, mengtndung alkaloid, flavonoid, saponin, giikosida, terpenoid, tannin, protein and karbohidrat.

CARA MENDAPATKAN
Perbanyakan tanaman ini dengan cara vegetatif. Potongan anakan atau stek ditanam di dalam pot yang telah disiapkan. Media tanam yang disiapkan merupakan campuran tanah, kompos, dan pasir untuk dasar pot. Perbandingan tanah dan kompos adalah 1:1.

Untuk memelihara tanaman penyerap polutan ini, lidah mertua cukup disiram sehari sekali pada saat matahari terik, jika turun hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Lidah mertua sangat membutuhkan intensitas matahari yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT TANAMAN LIDAH MERTUA
Tanaman ini memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati demam, gatal- £atal, diabetes, wasir, influenza, batuk, radang saluran pernapasan, hingga kanker *anas. Sedangkan sebagai obat Iuar banyak digunakan untuk pengobatan keseleo, luka erpukul, gigitan ular berbisa, borok, bisul, atau sebagai penyubur rambut dan juga -lemiliki khasiat sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit.

RESEP
Gatal-gatal
Ambil lendir dari tanaman Lidah Mertua. Lendir bisa diperoleh dengan cara menghancurkan beberapa daun. Lendir kemudian dipaparkan kepada bagian gatal- gatal dalam beberapa menit, awal pemakaian akan terasa panas.

Gula dan darah tinggi
Ambil dua lembar daun, cuci, lalu potong-potong dan rebus dengan dua gelas air. Hasil rebusan diminum tiga kali dalam sehari. Agar gula darah tidak naik, bisa mengkonsumsi air rebusan tiap hari.

Untuk pemakaian luar
Daunnya setelah dicuci bersih kemudian digiling atau ditumbuk halus, dan kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.