Info

Herpes

Obat herpes

Ramuan 1
daun sembukan secukupnya
daun lampes secukupnya

Cuci bersih dan tumbuk halus, aduk merata. Balurkan pada bagian yang sakit. Boleh diikat dengan kain kasa agar tidak lepas.

Keracunan | Poisoned

Ramuan 1

kelapa hijau

Minum air kelapa.

Alergi | Allergy

Ramuan 1

2-3 golong asam jawa tua
garam secukupnya
¼ sendok teh kapur sirih

Bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Batuk Darah | Coughing Up Blood

Ramuan 1

60 g herba daun sendok segar
30 g gula batu

Cuci lalu tambahkan air bersih hingga terendam dengan gula batu. Tim sampai mendidih selama 15 menit. Minum selagi hangat.

Sinusitis

Ramuan 1

30 g bunga cempaka putih kering
30 g daun mint
15 g jahe
2 batang daun bawang putih

Rebus semua bahan dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Minum airnya 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Cacar | Chicken Pox

Ramuan 1

daun belimbing

Tumbuk daun belimbing. Bubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal. Pengobatan ini dilakukan sehari sekali sampai sembuh tanpa melakukan gosokan pada kulit sekalipun gatal.

Batu Ginjal | Kidney Stones

Ramuan 1

2 genggam herba gempur batu segar
7 pohon herba meniran segar
110 ml air

Cuci bersih semua bahan dan buat infus. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore sebanyak 100 ml.

Demam Berdarah | Dengue Fever

Ramuan 1

3 buah jambu biji

Cuci bersih lalu jus. Konsumsi 3 kali sehari sampai sembuh. Pastikan untuk membuang bijinya karena dapat menyebabkan usus buntu.

Cantengan | Whitlow

Ramuan 1

kulit durian secukupnya

Keringkan di bawah sinar matahari sampai kering. Setelah itu, bakarlah kulit durian. Setelah jadi abu, ampurkan air pada abu seperti jadi adonan. Tempelkan pada bagian yang terkena cantengan. Biarkan lebih kurang 10 menit. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Campak | Measles

Ramuan 1

10 biji bunga cengkih
gula batu

Rendam bunga cengkih dengan air matang semalaman lalu tambahkan gula batu. Aduk sampai rata. Minum sedikit demi sedikit.

Bronchitis

Ramuan 1

9-15 g akar dan daun kering kemuning atau 30-60 g daun kemuning segar

Rebus lalu minum.

Batuk | Cough

Ramuan 1

5 g serbuk buah adas
½ cangkir air mendidih
1 sendok teh madu

Seduh serbuk buah adas dengan ½ cangkir air mendidih. Setelah dingin, saring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai rata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

Ramuan 2

¼ genggam daun saga
2 kuntum bunga kembang sepatu
⅕ genggam daun poko
10 kuntum bunga tembelekan
2 butir bawang merah
1 sendok teh adas
1 ruas jari pulosari
1 ruas jari jahe
3 jari gula merah

Rebus semua bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring, minum. Lakukan 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Batu Empedu | Gallstones

Ramuan 1

2 genggam herba gempur batu
110 ml air

Buat infus atau pipisan. Air infus diminum 2 kali sehari, setiap kali minum sebanyak 100 ml. Jika dibuat pipisan, minum 2 kali sehari, setiap kali minum sebanyak ¼ cangkir.

Asam Urat | Uric Acid

Ramuan 1

10 lembar daun salam
750 cc air

Cuci bersih semua bahan, rebus hingga mendidih dan tersisa 250 cc. Dinginkan, saring. Minum 2 kali sehari. Lakukan secara rutin selama 3 bulan

Sembelit | Constipation

Ramuan 1

½ batang daun lidah buaya
½ cangkir air panas
1 sendok makan madu

Cuci bersih lidah buaya, buang kulit dan durinya, cincang isinya, seduh dengan air panas, tambahkan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

Ramuan 2

Bahan:
1 buah kemiri
2 buah bawang merah
39 g daun urang aring
10 g kayu manis
5 g pulosari
6 g adas
½ sdt garam

Cara membuat:
Haluskan semua bahan lalu rebus dengan 800 cc air hingga tersisa setengahnya. Saring dan minum airnya 2x sehari sebanyak 200 cc.

Anyang-anyangan

Ramuan 1

lidah buaya

15-30 g akar kering lidah buaya

Rebus dan minum air rebusannya.

Ambeien | Hemorrhoid

Ramuan 1

500 g kangkung beserta batang dan akarnya
1 gelas air matang
1 sendok makan madu

Cuci bersih semuanya, kemudian blender dengan 1 gelas air matang. Saring dan tambahkan madu murni.

HIV/AIDS

Ramuan 1

buah merah

Tidak usah bingung bagaimana mengonsumsi buah mengonsumsinya. Sudah banyak yang membuat ekstrak buah merah. Bagi mereka yang terkena HIV/AIDS dapat mengonsumsi ekstrak buah merah sebanyak 3x sehari. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan takaran yang pasti sesuai dengan kondisi masing-masing. Selain itu juga banyak dijual sari buah merah yang lebih enak dikonsumsi. Apabila ingin mendapatkan manfaat buah merah, masukkan saja sari buah merah dalam menu harian kita.

Rangga Dipa | Clerodendron indicum

rangga-dipa

rangga-dipa

NAMA DAERAH:
Sumatera: Rangga dipa Jawa: Genje. daun apiun, sekar petak, biduyuk, ganja, memadatan.

URAIAN TANAMAN:
Perdu tegak, tinggi 1-3 m,
tumbuh liar di hutan, ladang,
kadang ditanam di halaman dekat pagar dan dapat ditemukan sampai 1.200 m di atas permukaan laut, pada tempat yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung.

Batangnya berwarna hijau, retak-retak membujur, tengahnya berongga.
Daun bangun garis, panjang 7-15 cm. lebar 1,5-2 cm, letak berkarang, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, warnanya hijau tua mengkilap.
Bunga tumbuh berkumpul berbentuk payung di ketiak daun dan ujung tangkai, warnanya kuning. Buahnya bulat.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, sejuk. Peluruh kencing (diuretik)

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun.

KEGUNAAN:
Radang saluran kencing, radang kandung kemih.
Keseleo, rematik.
Asma.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr, digodok.
Pemakaian luar: dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
Radang saluran kencing, radang kandung kemih: Rangga dipa dan rumput lidah ular secukupnya digodok, minum.
Sesak napas: Daun kering digulung, hisap seperti rokok.

Catatan: Clerodendron sama dengan Clerodendrum.

Ketepeng Kecil | Cassia tora

ketepeng-kecil

ketepeng-kecil

NAMA DAERAH:
Ketepeng sapi, ketepeng cilik (Jawa), ketepeng lentik (Sunda), pepo (Timor)

URAIAN TANAMAN:
Tanaman berupa perdu kecil yang tumbuh tegak dcngan tinggi sekitar 1 m. Tumbuh liar di pinggir kota, daerah tepi sungai. semak belukar dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias. Batangnya lurus. pangkal batang bcrkayu. banyak bercabang, daerah ujung batang berambut jarang. Daun letak berseling, berupa daun majemuk menyirip ganda terdiri dari 3 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang. panjang 2-3 cm, lebar 116 – 3 cm ujung agak membulat dan pangkal daun melancip, warna hijau, permukaan bawah daun berambut halus. Bunganya banyak berwarna kuning tersusun dalam rangkaian tandan yang tumbuh pada ketiak daun. Buahnya buah polong berkulit keras berisi 20-30 biji yang bentuknya lengkung berwarna coklat kuning mengkilat. Tanaman perdu ini berasal dari Amerika tropik dan menyukai tempat terbuka atau agak teduh dapat tumbuh di dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Terasa manit pahit dan asin. agak dingin. Pengobatan radang mata. peluruh air seni. melancarkan buang air besar. Herba ini masuk meridian liver (Purifies-membersihkan) dan meridian ginjal (Supports-menguatkan)

KANDUNGAN KIMIA:
Biji segar mengandung chryzophanol, emodin. aloe-emodin. rhein.
physcion, obtusin, aurantio-obtusin, rubrobusarin, torachryson, toralactone, vit. A.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji. dikeringkan

KEGUNAAN:
Radang mata merah, luka kornea (ulcus cornea), rabun senja, glaucoma.
Tekanan darah tinggi.
3. Hepatitis, cirrhosis, ascites (Perut busung air).
4. Sulit buang air besar

PEMAKAIAN:
5-15 gram direbus. minum atau dijadikan bubuk untuk pemakaian luar.

CARA PEMAKAIAN:
Tekanan darah tinggi: 15 gram biji digongseng (goreng tanpa minyak) sampai kuning. kemudian digiling sampai terasa kesat. ditambah gula secukupnya. seduh dengan air panas atau direbus, minum sebagai pengganti teh.
Radang mata: Bubuk/serbuk ditambah teh secukupnya, tcmpelkan pada kedua pelipis (Pada kedua titik akupunktur Tay Yang / istimewa).
Cacingan pada anak: 9 gram bubuk + 1 pasang hati ayam, dilumatkan dan ditambah sedikit arak putih, diaduk menjadi lempengan, kukus, makan.