Monthly Archives: January 2015

Mindi Kecil

mindi-kecil

mindi-kecil

NAMA DAERAH:
Sumatera: Renceh, mindi kecil. Jawa: Gringging, mindi, cakra-cikri.

URAIAN TANAMAN:
Pohon meranggas, banyak bercabang, tinggi 10-20 m, kerapkali ditanam di sisi jalan sebagai pohon pelindung, kadang-kadang menjadi liar di daerah-daerah dekat pan- tai dan dapat ditemukan dari dalaran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut.
Kulit batang berwarna coklat tua, daunnya daun majemuk menyirip ganda yang tumbuh berseling dengan panjang 20-80 cm.

Anak daun berbentuk bundar telur sampai lanset. tepi bergerigi. ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, warna daun permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah hi- jau muda dengan panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm.
Bunga majemuk dalam malai yang panjangnya 10-20 cm, keluar dari ketiak daun, dengan daun mahkota 5, panjangnya sekitar 1 cm, warnanya ungu pucat, baunya harum. Buahnya buah batu, bulat yang diameternya sekitar 1,5 cm, warna coklat kekuningan berbiji satu.

Biji sangat beracun dan biasa dipakai untuk meracun ikan atau serangga.
Daun yang dikeringkan didalam buku dapat menolak serangga atau kutu.
Perbanyakan dengan biji, tumbuhnya cepat, asalnya dari Cina.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit, dingin, sedikit beracun. Obat cacing (anthelmintic), membersihkan panas dan lembab, laxative, peluruh air kemih.

KANDUNGAN KIMIA:
Kulit batang dan kulit akarnya mengandung toosendanin C3OH30O11. dan komponen yang larut C30H40O12. Juga terdapat margoside, kaempferol, resin, tannin, n—triacontane. betha – silosterol, dan triterpene kulinone.
Biji mengandung resin yang sangat beracun.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, kulit akar dan daun, pemakaian segar atau dikeringkan.

KEGUNAAN:
Penderita cacingan terutama ascariasis, oxyuriasis, taeniasis, dan trichuriasis.
Darah tinggi (hipertensi).

PEMAKAIAN:
Untuk minum : 5-10 gr (Yang segar : 30-60 gr), digodok, atau dijadikan bubuk, pil.

Pemakaian luar: Dipakai pada penyakit jamur (tinea capitis) scabies, eczema, koreng, urticaria (gatal-gatal), dan trichomonal vaginitis (dengan gejala gatal dan keputihan). Kulit batang atau kulit akar digodok, airnya untuk cuci atau dibakar/dipanggang lalu dijadikan bubuk, ditambahkan cuka atau minyak, untuk pemakaian setempat. Daun digodok, airnya untuk cuci dan daunnya dikompreskan ke koreng, bisul, eczeem, infestasi cacing pada kulit.

CARA PEMAKAIAN:
Cacingan:90-120 gr kulit batang atau kulit akar segar digodok, minum.

Scabies (dengan gejala gatal pada kulit): Bubuk dari kulit batang/akar, dicampur dengan cuka, setelah diaduk rata, diborehkan pada bagian badan yang gatal.

Kudis: Kulit batang atau kulit akar digodok, airnya untuk cuci bagian yang sakit.

Tempuh Wiyang | Emilia sonchifolia

tempuh-wiyang

tempuh-wiyang

NAMA DAERAH:
Melayu: Patah kemudi. sayor muka manis, Jawa: Jonge. jomoang (Sunda); Kemon delan, dalgiu, tempuh wiyang, centongan, tespong, serubung gelang, minyawon, ketiu, jawi-rawa (Jawa), sarap, sunciilan, (Madura); tegil kiyuh (Bali); Sulawesi: linrapa, halmah (Makasar). Maluku: Kaho mahiri (Halmahera) gafu saru (Ternate) delo-delo (Tidore).

URAIAN TANAMAN:
Terna semusim, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 10-40 cm dan dapat mencapai 1,2 m. Tumbuh liar di tepi jalan, tepi selokan, tebing, kebun, padang rumput. mulai dari dataran rendah sampai sekitar 1.750 m. di atas permukaan laut. Ditemukan di tempat-tempat yang cukup menerima sinar matahari atau agak keteduhan dengan tanah yang tidak begitu basah. Sering mulai dari bagian bawab bercabang, batangnya bulat dan padat berwarna hijau. Daun tunggal berbentuk segitiga memanjang, tersebar. bagian atas berwarna hijau, bagian bawah agak merah keunguan, sering terkumpul rapat pada pangkalnya. Tepi daun kadang-kadang rata, bergerigi tidak teratur, atau berbagi menyirip yang sangat dalam sehingga menyerupai daun majemuk, dengan panjang 2-15 cm. lebar 1,5-4 cm. Letak daun dibagian atas duduk dan agak kecil. yang lebih rendah dan dekat pangkal mempunyai tangkai serta agak lebar. Bunga dalam jumlah kecil berkumpul dalam karangan bunga berbentuk malai rata di ujung tangkai dan jarang, bertangkai cukup panjang 5-8 cm dan selalu bercabang dua. warnanya ungu kemerah-merahan, ros atau putih (jarang). Buah keras bentuk garis, warnanya cokelat panjang lebih kurang 4 mm. Daunnya sering disayur atau dilalab. rasanya seperti rempah-rempah dengan rasa sedikit pahit.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, sejuk. Membersihkan panas, menghilangkan racun (antitoxic), menghilangkan pembengkakan (anti-swelling), antibiotik.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman, termasuk akar.

KEGUNAAN:
Dysentri, diare, buang air besar berdarah (melena), abses usus.
Influenza, demam, infeksi saluran napas atas, sakit tenggorok.
Radang paru (Pneumonitis).
Infeksi kelamin dan saluran kencing (Genito-urinary tract infection), radang buah zakar (Orchitis).
Radang/pembengkakan payudara {Mastitis), radang telinga.
Infeksi luka, bisul, eczema, memar, sariawan.

PEMAKAIAN:
Pemakaian dalam/minum: 15-24 gr (30-60 gr segar) digodok.
Pemakaian luar Digodok, airnya untuk cuci, atau dilumatkan dan flibUbuhkan ketempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
Mastitis: Segenggam daun dan batang segar dilumatkan bersama gula merah secukupnya, dipanasi, lalu tempelkan ketempat yang sakit.

Radang telinga/kotoran telinga mengeras: Daun segar secukupnya dibersihkan, diseduh dengan air panas sampai lemas, kemudian ditumbuk dan diperas, airnya dipakai untuk meneteskan telinga yang sakit. 3-4 kali sehari, @ 2 tetes.

Cantengan (paronychia): Daun dan batang segar ditambah sedikit gula pasir dilumatkan. dibubuhkan ketempat yang sakit.

Bisul: Segenggam daun segar dilumatkan dengan gula merah secukupnya, bubuhkan pada bisul. Sehari diganti dua kail

Sakit tenggorok: 90 gr herba segar digodok, diminum perlahan-lahan.

Demam: Daun dilumatkan sampai menjadi bubur, ditambah sedikit gula jawa, diikatkan pada tempat-tempat dimana pembuluh nadi besar teraba di permukaan seperti di pergelangan tangan, ketiak dan lipat paha, dapat mengurangi rasa panas.

Sariawan: Seduhan daunnya dipakai untuk minum.

Sebagai sayuran atau dilalab. karena sifatnya menyejukkan dapat di0akai untuk penyakit wasir, sakit lever/hati, sariawan, penurun demam.

CATATAN: Tidak dianjurkan pada wanita hamil

Penawar Jambe | Cycas revoluta Thunb.

penawar-jambe

penawar-jambe

NAMA DAERAH: Sikas, vredepalm, cycas du Japon.
URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 2-3 m, berasal dari Jepang dan dipelihara sebagai tanaman hias. Daunnya banyak dipakai untuk karangan bunga makam. Tanaman ini menyerupai palma, batang tidak bercabang dan bentuknya bulat panjang dengan pangkal tangkai daun yang tetap tinggal. Daun tersusun dalam roset batang, yaitu berkumpul di ujung batang. Daun merupakan daun majemuk menyirip ganda dengan panjang 0,5-2 m. Anak daun sangat banyak berbangun garis dengan panjang sekitar 9-18 cm, warnanya hijau tua, tebal dan keras. Bunga berkelamin tunggal, bunga jantan tersusun dalam bentuk kerucut bulat panjang sekitar 30-70 cm dengan diameter 8 – 15 cm. berwarna kuning kecoklatan. Bunga betina berbentuk setengah bola. Bijinya bulat lonjong. gepeng, panjang 4 cm. keras, berwarna coklat merah.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Daun : Rasa manis, asam, agak hangat, agak toksik, masuk meridian hati dan lambung. Menghentikan perdarahan (hemostatik), anti radang, menghilangkan rasa sakit (analgetik), melancarkan sirkulasi darah.
Bunga Rasa manis, agak hangat, sedikit toksik. Analgetik, mencegah basah sperma/keluar sperma malam hari (spermatorrhoe), menghilangkan darah beku dan melancarkan sirkulasi darah.

Biji : Rasa pahit, nentral, astringent, toksik. Menurunkan tekanan darah (hipotensif).

Akar Antirheumatik, melancarkan sirkulasi.

KANDUNGAN KIMIA:
Daun Cycasin 0,027-0,061% (toksik dan berguna untuk anti kanker), sotet- sufiavone, zat tepung dibatang 44,50% yang mengandung protein, lemak, zat gula dan lain-lain.
Bunga : Protein, zat gula, dan Iain-Iain.
Buah Cycasin 0,086%.
Biji 0,2 – 0,3% neocycasin A,B,C,D,E,F,G, cryptoxanthine, zeaxanthine.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, bunga. biji dan akar. Pemakaian segar atau dikeringkan..

KEGUNAAN:
Daun : Problem perdarahan.. sakit lambung (gastritis), tukak lambung (ulcus pepticum), darah tinggi (hipertensi), nyeri syaraf (neuralgia), tidak datang menstruasi (amenorrhea), kanker, kesulitan melahirkan, memar, luka berdarah.
Bunga : Nyeri lambung (epigastric pain), spermatorrhoe/nocturnal ejaculation.
keputihan (leucorrhea), menstruasi sakit (dysmenorrhea), darah beku (hae- matoma), batuk darah, sakit pinggang (lumbago).
Biji : Darah tinggi.
Akar : TBC paru dengan batuk darah, sakit gigi, sakit pinggang, memar.

PEMAKAIAN:
Daun : 9-15 gr.
Bunga : 15 – 30 gr.
Biji dan akar : 10 – 15 gr.
Digodok, atau dikeringkan dan dijadikan bubuk untuk diminum atau tempel untuk luka.

CARA PEMAKAIAN:
Sakit lambung: 15 gr daun kering digodok, minum.
Kesulitan melahirkan: 3 tangkai daun segar ditambah 3 mangkuk air, digodok sampai menjadi 1 mangkuk, minum.
Tidak datang menstruasi: Daun kering dibakar menjadi abu. 6 gr abu daun kering ditam¬bah arak merah secukupnya, minum, sehari 1 kali.
Muntah darah, batuk darah: 1-3 bunga diseduh air mendidih, kemudian ditambah gula batu secukupnya, ditim. Minum setelah dingin.
Perhatian: Biji dan bonggol bagian atas beracun (toksik) pemakaian harus sangat hati-hati.
Gejala keracunan Pusing. muntah-muntah. Cara mengatasi: Merangsang muntah, cuci lambung.

Sesuru | Euphorbia antiquorum

sesuru

sesuru

NAMA DAERAH:
Jawa: sudu-sudu, susurru,
susuou (Jawa)

NAMA ASING:
Common milk hedge, fleshy spurge

NAMA SIMPLISIA:
Antiquori folium (daun sesuru)

URAIAN TANAMAN:
Sesuru umumnya ditanam di pekarangan, taman-taman atau tumbuh liar di ladang dan daerah pantai. Perdu tegak, tinggi 1-3 m, banyak berdahan, berdaging dan mengandung getah berwarna putih susu.

Tanaman ini menyerupai kaktus, cabang tua bentuknya bulat panjang atau bersegi 3-6. Cabang kecil mempunyai 3-5 sirip tebal yang bergelombang, dan pada setiap cekungan tumbuh sepasang duri tajam. Daunnya sedikit, bertangkai pendek dan berdaging. Helaian daun bulat telur sungsang, panjang 8-12 cm, lebar 3-4 cm, bagian atas berwarna hijau tua, bagian bawah agak muda, tumbuh berseling di ujung dahan, mudah terlepas. Bunga kecil, berbentuk payung terdiri dari 3 kuntum yang keluar di cekungan sirip, diameter 1 cm , warnanya kuning pucat. Buah bundar, diameter 1 cm.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, dingin, beracun. Batang setelah dihilangkan cairannya dengan pengolahan, berkhasiat menghilangkan bengkak (anti swelling), antiradang (antiinflamasi), anti diare, peluruh kentut.

KANDUNGAN KIMIA: ‘
Batang: Taraxerol. taraxerone. friedelan-3a-ol, friedelan-3p-ol. epifriedelanol, sterol, progesterone. karbohidrat, asam amino, asam sitrat. asam malat. dan asam fumarat Daun: Peroxidase, calsium oksalat, peptic substance, kanji.
Getah: Euphorbol. euphol. cyeloartenol

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Batang, daun dan putik bunga Kulit dan duri dibuang. lalu dipotong tipis-tipis kemudian goreng sampai kuning

KEGUNAAN:
Diare akut.
Malaria, demam.
Membunuh serangga (insecticide).
Radang anak telinga
Sakit gigi.
Sesak napas (asmatis).
Rematik.
Sembelit.
Gigitan ular (akar).

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 3-6 g batang Batang setelah dicuci bersih. dibuang kulit dan durinya Potong tipis-tipis, lalu goreng dengan beras sampai warnanya coklat Batang yang sudah kering ini lalu direbus dengan air. minum

Pemakaian luar: Batang segar dicuci bersih lalu digiling halus Air perasannya digunakan untuk memoles bisul, radang kulit bernanah (piodermi) dan kurap (ringworm infection). Atau batang dikeringkan, digiling menjadi serbuk. Taburkan ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
Bisul, piodermi: Batang dipotong tipis, hangatkan diatas api kecil Letakkan di atas bisul atau radang kulit.

Bisul, kurap: Cabang segar dibuang kulitnya, ditumbuk haius lalu diperas. Airnya dilumaskan pada bisul atau kurap dan sekelilingnya. Lakukan 2 kali sehari.

Radang anak telinga: Cabang segar dibuang kulitnya, ditumbuk halus lalu diperas Airnya dipakai untuk menetes anak telinga yang sakit. Sehari 4-6 kali. 2-3 tetes

Sakit gigi: Getah sesuru beberapa tetes, dengan lidi kapas dilumaskan pada gigi yang sakit atau berlubang. Lakukan 1-2 kali sehari. tetapi harus hati-hati. Jangan sampai mengenai gigi yang sehat.

Sembelit: Batang sesuru dicuci lalu digiling halus. peras. Airnya diaduk dengan tepung tapioka secukupnya lalu dibuat pil sebesar kacang hijau Keringkan dengan cara digongseng diatas tatakan genteng. Setiap kali makan 1 pil.

Catatan:
Sesuru beracun. wanita hamil dilarang pakai.

Untuk minum, sesuru setelah dibuang kulit dan durinya lalu diiris tipis-tipis. Goreng atau gongseng dengan beras, sampai warnanya menjadi coklat Baru direbus dengan air, minum.

Bila sesuru termakan sedikit tanpa digongseng lerlebih dahulu, akan menyebabkan diare berat. Bila termakan banyak. akan menyebabkan lepuh pada mulut, muntan. sakit kepala, gemetar dan koma.

Pengobatan (antidote) putih telur, susu dan resusitasi

Getahnya bila mengenai kulit. Pada sebagian orang dapat menyebabkan iritasi dan lepuh-lepuh. Bita mengenai mata. dapat menyebabkan buta. Segera cuci dengan air bersih yang mengalir.

Urang-Aring | Eclipta alba

urang-aring

urang-aring

TANAMAN liar dengan nama latin Eclipta alba ini memiliki tangkai banyak dengan tinggi mencapai 80 cm. Batang tanaman urang aring berwarna hijau kecokelatan dengar bentuk bulat dan berambut putih agak kasar. Daunnya berwarna hijau berbentuk bulal telur memanjang dengan ujung daun meruncing, dan pinggir daun bergerigi halus hampir rata. Permukaan daun pun berambut agak kasar seperti batangnya. Bunganva majemuk berbentuk bongkol berwarna putih kecil. Buah urang aring memanjang, pipih, keras, dan berbulu.

CARA MENDAPATKAN URANG ARING
Urang aring yang kadang dikenal dengan nama ta-lentayan, daun sipat, keremak janten atau daun tinta dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Tanaman ini biasanya tumbuh di tempat terbuka seperti di pinggir jalan, tanah lapang, ataupun pinggir selokan.

BAGIAN TANAMAN YANG D1GUNAKAN
Seluruh bagian tanaman, daun

KHASIAT URANG-ARING
Seluruh bagian tanaman urang-aring sering digunakan untuk berbagai penyakit seperti muntah darah, mimisan, kencing darah, hepatitis, diare, dan keputihan. Tanaman ini pun dikenal dengan nama daun tinta karena dikenal dapat mengobati masalah rambut yang memutih terutama pada usia muda, dan juga sangat terkenal sebagai penyubur rambut.

RESEP
Penyubur rambut
Satu genggam daun urang-aring dilumatkan dan ditambahkan air sebanvak 2 gelas, lalu disaring. Air ini kemudian diembunkan selama satu malam, dan keesokan harinya dapat digunakan di kulit kepala sambil dipijat-pijat.

Diare
Sebanyak 30 g seluruh bagian tanaman urang-aring direbus, lalu diminum.

Batuk darah
Sebanyak 60 g seluruh bagian tanaman urang-aring dilumatkan, lalu diperas. Air perasan diseduh dengan air hangat lalu diminum.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by